Jangan sampai kompresi tinggi ngooook, macet gara-gara keentengan gir.
Rpm tinggi, akselerasi awalnya loyo, enggak kilat menggapai torsi.
Power baru didapat pada 7.000 rpm, akibat singkatnya tinggi lubang buang.
Baca Juga: Jelang Pemilihan Ketua IMI Pusat Yang Baru, Inilah Harapan Tim-tim Balap Motor Indonesia
Nah, gigi akhir enteng, solusi mengejar tenaga itu.
Beda kompresi tinggi, tenaga dipancing sejak 5.000 rpm.
Makanya, butuh gir berat.
Kedua konsep ini bisa dikawinkan sesuai sirkuit.
Rafid Poppy bersama Honda Tena dari Star Motors (Dok. M+)
Juga didukung tiga pilihan knalpot produk HRC.
"Ada tabung kecil, sedang dan besar," bangga Benny yang mengaku kegagalannya yang dulu akibat salah CDI.