Menurut Pakde Tos, dihitung-hitung sudah enam tahun motor itu parkir di sana.
Ia mengatakan, dulunya lokasi motor parkir tersebut merupakan lokasi dirinya berjualan onderdil motor bekas.
Pakde Tos, sang pemilik Yamaha Mio yang terparkir 6 tahun namun tetap utuh. (Almurfi Syofyan/Tribun Jogja)
Baca Juga: Murah Meriah Yamaha Mio Dilelang Cuma Rp 1 Jutaan, Buruan Sikat Bro
"Saya sudah 20 tahun berjualan onderdil motor bekas. Dulunya di sana berjualan, tapi sejak 2017 pindah ke belakang kantor desa," ucapnya mengutip TribunJogja.com.
Disinggung terkait alasannya memarkir motor bertahun-tahun di tepi jalan, Pakde Tos mengaku tidak memiliki alasan tersendiri.
"Alasan khususnya nggak ada. Ini untuk mengenang saja kalau di sana saya pernah buka usaha," imbuhnya.
Malahan motor matic tersebut sering ditawar oleh pembeli.
Baca Juga: Ditawar Rp 18 Jutaan, Yamaha Mio Sporty Ogah Dilepas, Ini Alasannya
Namun, Pakde Tos enggan menjual Yamaha Mio miliknya.
"Kemarin-kemarin masih ada yang nawar motor itu. Katanya mau beli, saya nggak mau jual. Bir untuk jadi kenangan saja di sana," ujarnya saat berbincang dengan Tribun Jogja di lokasi motor itu terparkir, Selasa (27/4/2021).
Menurutnya, motor matik yang ia desain ulang menyerupai motor trail itu bagian mesinnya masih dalam kondisi bagus.
Selain itu, untuk pelat motor aslinya hinga surat-suratnya masih ia simpan di rumahnya.