Terlihat dari bodi ringkas, lampu dan tangki bulat, serta jok panjang, khas Kawasaki W-series yang ada sejak tahun 1965.
Desain klasik begini memang tidak lekang dimakan zaman, dan masih banyak penggemarnya.
Desain Kawasaki W250 SE terinspirasi motor sport era 1960an (Reyhan Firdaus / Motorplus-online)
Proporsi Kawasaki W250 sendiri tidak kedodoran, dengan dimensi 2.075 x 755 x 1.055 mm (P x L x T).
Tangkinya berkapasitas 13 liter, dan ada emblem W-Series serta grafis emas metalik.
Setangnya model bullhorn yang cukup lebar, dan joknya pakai lapisan kulit yang klasik.
Baca Juga: Makin Elegan, Kawasaki W175 Cafe Dapat Penyegaran 3 Warna Baru, Segini Banderolnya
2. Mesin sederhana namun responsif
Desain khas sport era 60an, mesin Kawasaki W250 juga tidak begitu canggih namun sudah injeksi elektronik.
Konfigurasinya single silinder 250 cc SOHC 2-klep pendingin udara, dengan bore x stroke 66.0 x 73.0 mm.
Tenaga maksimumnya 17,5 dk / 7.500 rpm dan torsi 18 Nm / 5.500 rpm, jelas kalah dibanding sport 250 cc seperti Kawasaki Ninja 250.
Mesin Kawasaki W250 punya desain klasik namun sudah injeksi (Reyhan Firdaus / Motorplus-online)
Biar tidak istimewa, karakter mesin overstroke Kawasaki W250 enak buat harian karena responsif.