Dari 79 ojol yang tergabung dalam DOC, Hesti Paays (47) merupakan satu-satunya driver ojol perempuan.
Di Ciamis, driver ojol tidak hanya bergabungan dengan DOC, ada juga komunitas ojol lainnya.
Menurut Yayan, selama masa pendemi order atau penumpang terus merosot terlebih setelah diperlakukannya PPKM, di mana ruas-ruas jalan banyak yang tutup (penyekatan).
“Waktu normal, sebelum masa pandemi penghasilan bisa mencapai Rp 150-200 ribu per hari," sebut Yayan.
"Sekarang selama masa PPKM yang terus diperpanjang, dapat Rp 50 ribu per hari saja susahnya bukan main,” ujarnya.
Penghasilan Rp 50 ribu per hari tersebut kadang habis untuk kebutuhan sehari-hari seperti bensin maupun rokok.
Baca Juga: PPKM Level 4 Jakarta Dimulai, Ini Syarat Bengkel Kecil Sampai Ojol Boleh Beroperasi
Kadang bingung, apa yang akan dibawa pulang.
“Untuk beli bensin saja sudah habis Rp 20 ribu per hari. Sekarang selama PPKM karena banyak jalan yang ditutup, jalannya harus mutar jauh, akibatnya kebutuhan bensin bertambah," jelasnya.
"Kami berharap ada dispensasi, ojol bisa atau diperbolehkan lewat jalan yang ditutup, penyekatan,” tutup Yayan.
Baca Juga: Tante Ismi Mantan Driver Ojol Beli Rumah Rp 1,6 M, Ini Ceritanya
Para driver ojol di Ciamis sangat merasakan dampai pandemi terlebih setelah PPKM diberlakukan. (TribunJabar.id)
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Tak Mampu Bayar Cicilan, 8 Motor Driver Ojol di Ciamis Disita Leasing, Akhirnya Saling Pinjam Motor