Alasan Maverick Vinales pecah kongsi dengan skuat Yamaha pabrikan karena input dan masukan darinya tidak didengar para insinyur Yamaha pabrikan soal pengembangan motor Yamaha M1.
Salah satu keluhan Maverick Vinales soal top speed motor Yamaha M1 yang kalah dengan motor MotoGP rival.
Nah, itu sebabnya Maverick Vinales membelot ke skuat Aprilia pabrikan alih-alih bisa mendapatkan motor MotoGP yang kaya top speed seperti dipunyai Aprilia RS-GP.
Meskipun demikian, Maverick Vinales tidak memasang target ambisius bersama tim barunya Aprilia Racing Team Gresini.
Maverick Vinales targetkan mengoleksi banyak lap di atas motor MotoGP Aprilia RS-GP agar bisa cepat beradaptasi dan menyesuaikan gaya balap dengan motor barunya.
Baca Juga: Jelang MotoGP Aragon 2021, Bos Yamaha Sindir Keras Maverick Vinales
6. Ambisi Murid Valentino Rossi
Murid Valentino Rossi Francesco Bagnaia benar-benar pede abis menghadapi MotoGP Aragon 2021.
Terbukti, pembalap Ducati Lenovo Team Francesco Bagnaia mencetak pole position atau start paling depan.
Pole position Ducati setelah satu dekade lamanya di sirkuit MotoGP Motorland Aragon.
Pembalap Ducati pabrikan sukses meraih pole position MotoGP Aragon sebelumnya adalah Casey Stoner musim 2010 silam.
Casey Stoner pun tak hanya menggasak pole position, dia juga berhasil jadi juara MotoGP Aragon 2010.
Nah, Francesco Bagnaia punya ambisi mengulang pencapaian pendahulunya Casey Stoner di MotoGP Aragon 2010.