"Banyak tim privateer yang enggan berkompetisi di luar Eropa," ujar wakil Flammini Group, Vincenzo Lamaro saat itu, seperti dimuat dalam terbitan OTOMOTIF edisi 16/IV, 29 Agutsus 1994.
Kejuaraan dunia balap WSBK Indonesia pertama tahun 1994. (Dok. OTOMOTIF)
Baca Juga: Saking Panasnya, Pembalap WSBK Ini Sampai Telanjang Dada di Sirkuit Mandalika
"Mereka mengeluh soal dana," tambah Vincenzo Lamaro tanpa menyebut angka.
Menurutnya, total kargo yang dibawa tak kurang dari 30 ton, yang dikemas dalam 44 kontainer.
Karena setiap pembalap membawa 2 motor, belum lagi persediaan berbagai tipe ban (sekitar 1.000 unit).
Meski begitu, ada tim yang disokong Flammini, yaitu tim Promotor Rennsport Management AG dari Austria yang meski diimpit dana, mereka masih sanggup tampil di sirkuit Sentul.
Baca Juga: Tunggu Balapan WSBK Indonesia, Calon Juara Malah Ngarit Bareng Emak-emak
Keterbatasan dana membuat pembalap Austria, Andreas Meklau, harus bertempur setengah hati.
Padahal pembalap Promotor Rennsport Management AG yang menggeber Ducati 888 ini, cukup berprestasi.
Demikian pula dengan kubu Ducati lain, Moto Cinelli, strategi penghematan dana dilakukan dengan menekan jumlah personel.
Pembalap Ducati, Carl Fogarty (tengah) tampil sebagai pemenang WSBK Indonesia 1994 di sirkuit Sentul, diapit Scott Russell (kiri) dan Aaron Slight (kanan) (Dok. OTOMOTIF)
Dengan cara, hanya melibatkan satu manajer dan seorang pembalap, James Whitham.