Warga sipil tersebut mengendarai motor trail dan tidak membawa SIM maupun STNK.
Bahkan kendaraannya tidak memiliki nomor kendaraan.
Baca Juga: Demo Ormas Pemuda Pancasila Rusuh, Anggota Polisi Dikeroyok Sampai Luka Parah
Diduga, pengendara trail itu menghubungi anggota TNI, Pratu BK untuk datang ke lokasi.
"Anggota kita melakukan tindakan dan kemudian ada rekan dari TNI yang datang. Mungkin salah persepsi, mungkin ada miskomunikasi sehingga terjadilah sesuatu yang tidak diinginkan," ungkapnya.
Beruntung, Polri dan TNI langsung berkoordinasi hingga masalah bisa selesai dengan damai.
"Saya juga sangat berterima kasih sudah melakukan langkah-langkah segera baik dari pihak Polda maupun dari pihak TNI sehingga diambil langkah-langkah perdamaian. Artinya apa? Hal tersebut tidak membuat kita terpecah belah," ungkapnya.
Baca Juga: Pria Bercelurit Mendadak Serang Polisi di Jalan, Gara-gara Gak Terima Anaknya Ditilang
2. Seorang pria serang polisi dengan celurit
Beredar di media sosial sebuah video yang memperlihatkan seorang pria nekat mengejar anggota polisi menggunakan parang dan celurit lantaran tak terima anaknya ditilang.
Insiden yang terjadi di Jalan Jalan Palembang-Betung, tepatnya di Simpang Tuga Polwan, Kelurahan Betung, Kabupaten Banyuasin, viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @Palembang.eksis.
Kejadian bermula saat anggota Satlantas Polres Banyuasin yakni Bripka Angga Novriadi sedang bertugas mengatur lalu lintas di lokasi kejadian.
Angga kemudian melihat seorang pengendara sepeda motor Yamaha Vega R tidak menggunakan helm.