"Dengan kapasitas kabin 2 orang, sehingga bisa menampung 400 wisatawan," sambungnya.
"Selain itu kami juga kerja sama dengan Eiger, Eiger juga berusaha untuk memberikan kontribusi untuk masalah akomodasi dengan membangun tenda-tenda yang sifatnya temporer untuk mengakomodir lonjakan pengunjung," tambah Vinsensius.
Isu kesiapan SDM
Setelah akomodasi, pelaksanaan MotoGP Indonesia 2022 juga menghadapi isu terkait kesiapan sumber daya manusia (SDM).
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf, Wisnu Bawa Tarunajaya menuturkan, nantinya kebutuhan SDM akan dibagi ke dalam tiga lingkaran.
Yaitu lingkaran 1 di dalam sirkuit, lingkaran 2 di area sirkuit, lingkaran 3 di luar sirkuit.
"Pelayanan di lapangan akan kami sesuaikan dengan rencana."
"Mudah-mudahan Minggu ini sudah termapping dari sisi kebutuhan jumlah SDM," ujarnya.
Baca Juga: Jelang Tes MotoGP 2022 Indonesia, Sirkuit Mandalika Terapkan Protokol Kesehatan Ketat
Isu produk ekonomi kreatif
Adapun isu terakhir yang dihadapi oleh Kemenparekraf adalah berkaitan dengan produk-produk ekonomi kreatif, yang diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional.
Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf, Muhammad Neil El Himam memastikan, nantinya dalam gelaran MotoGP Indonesia 2022, tidak hanya produk NTB saja yang akan dipasarkan, tapi produk khas dari berbagai wilayah Indonesia.
"Nanti bisa sebagai souvenir untuk turis, wisatawan sehingga bisa bawa pulang kenangan tersendiri untuk gelaran MotoGP," jelasnya.