Apron Bandara Lombok kini dapat menampung 16 pesawat dengan konfigurasi 10 pesawat narrow body dan 6 pesawat wide body.
Baca Juga: Waduh Tiket MotoGP Indonesia 2022 Termahal Ludes Terjual, Tiket yang Lain Gimana?
Sedangkan landas pacunya siap untuk mendukung operasional pesawat berbadan lebar sekelas Boeing 777.
Sebagai informasi, landas pacu sepanjang 3.300 meter yang dimiliki Bandara Lombok merupakan landas pacu terpanjang nomor lima di Indonesia.
Selain mempersiapkan dari sisi konektivitas udara, Angkasa Pura I juga telah menyiapkan mitigasi risiko untuk mengantisipasi potensi risiko yang mungkin terjadi.
Potensi risiko yang dapat mempengaruhi kelangsungan perhelatan tersebut di antaranya over capacity, cuaca buruk yang menyebabkan pesawat tidak dapat mendarat, dan lainnya.
Baca Juga: 4 Hal Yang Bikin Kangen Tahun Ini, Jelang MotoGP Indonesia 2022 Di Sirkuit Mandalika
Adapun konsep mitigasi tersebut adalah "One Day Trip dalam Triangle Area Bandara Lombok - Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali - Bandara Juanda Surabaya" yang mencakup berbagai upaya mitigasi seperti:
- Seamless operating hours pada tiga bandara tersebut.
- Reposisi parkir pesawat jika terjadi over capacity pada konfigurasi parkir pesawat di apron Bandara Lombok.
- Alternate aerodrome jika Bandara Lombok tidak beroperasi akibat cuaca buruk atau hal-hal yang berpotensi menghalangi landas pacu.
- Ketersediaan hotel di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Juanda Surabaya.
- Angkasa Pura I juga berkoordinasi dengan pihak maskapai terkait usulan penambahan jumlah pesawat maskapai, fleet management, rotasi pesawat, kesiapan operator ground handling yang melayani rute-rute triangle tersebut.