Find Us On Social Media :

Maxim Ojek Online Asal Rusia Ramai-ramai Ditolak Masuk di Daerah Ini

By Jumat, 04 Maret 2022 | 10:07
Gara-gara masalah tarif, ojek online (ojol) asal Rusia sempat ditolak masuk ke daerah ini (Dok Maxim)

Selain itu, butuh pengembangan dalam sektor transportasi publik sehingga pihaknya hadir membantu mengurangi masalah tersebut.

Diketahui, sejak 2014, Maxim telah beroperasi di lebih dari 455 kota di 13 negara, termasuk di Rusia, Belarus, Kazakhstan, Georgia, Bulgaria, Tajikistan, Azerbaijan, Iran, Kirgizstan, Italia, Ukraina, Indonesia, dan Malaysia.

Di Indonesia, Maxim sudah merambah beberapa kota di antaranya, Jakarta, Banda Aceh, Bandar Lampung, Banjarmasin, Batam, Jambi, Pekanbaru, Pontianak, Samarinda, Singkawang, Surakarta, Yogyakarta, Bali, Solo dan Balikpapan.

"Kami baru memulai bisnis kami belum sampai dengan satu tahun, namun kami telah berkembang cepat dan aktif, kami berharap dapat menyediakan layanan di kota-kota yang tersentuh," jelasnya.

Dapat penolakan dari Kaltim Masuknya perusahaan kompetitor Grab dan Gojek ini di sejumlah daerah mendapat perlawanan, salah satunya dari Kaltim.

Maxim merambah pasar di Kaltim khusus Balikpapan dan Samarinda sejak Juni 2019 lalu.

Baca Juga: Kolaborasi Gojek Dengan Pemkot Samarinda, Bikin Aman Belanja Saat Pandemi Virus Corona

Maxim sempat mendapat penolakan di Balikpapan karena dinilai mematok harga batas minim Rp 4.000 per kilometer.

Sedang harga ditetapkan Kementerian Perhubungan minimal Rp 9.000 per kilometer.

Kantor Maxim yang terletak di Kompleks Mall Fantasi Blok A5 Balikpapan Baru sempat disegel Juli 2019 lalu oleh para driver online perusahaan kompetitor Maxim.

Ada dua permintaan dari aksi tersebut.

Para driver kompetitor Maxim, Grab dan Gojek meminta agar Maxim mengikuti standar harga dan melengkapi izin angkutan sewa khusus (ASK) dari Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan Kaltim sebelum beroperasi.

Saat ini Maxim hanya mengantongi izin dari Kementerian Informasi dan Informasi (Kominfo).