"Sekarang SD sudah tidak ada gurunya, kalau SMP dan SMA sepertinya mereka sewa tempat di Timika dan sekolahnya di sana, sudah banyak anak-anak di sini berangkat ke Timika," kata Ali Akbar.
Saat ini pihak kepolisian dan TNI telah mengusulkan ke Dinas Pendidikan Puncak agar aparat TNI dan polisi diberdayakan jadi guru.
Namun usulan tersebut belum dikabulkan.
Ia juga menyebut hanya ada sekitar 20 orang pendatang. Mereka biasanya buka warung dan tenaa kesehatan.
5. Kawasan rawan, ada 11 aksi KKB sejak 2021
Distrk Boega sendiri menjadi rawan sejak 16 Februari 2021. Saat itu terjadi penganiayaan yang menewaskan korban bernama Dejalti Pamean.
Lalu secara berturut-turut terjadi penembakan pada guru SD, Oktavianus Rayo dan Jonatan Renden oleh KKB.
Selain itu KKB juga membakar perumahan guru, rumah kepala sekolah SMP, gedung SMAN 1 Beoga, gedung SD Inpres Dambet, kantor PT Bumi Infrastruktur hingga pembakaran rumah Kepala Suku Bener Tinal.
KKB juga melakukan penembakan yang menewaskan Kabinda Papua Brigjen TNI Gusti Putu Danny Nugraha Karya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Fakta Distrik Beoga yang Diserang KKB, Harga BBM Rp 50.000 Per Liter hingga Beli Motor Diangkut Pesawat"