Terlepas dari hal itu, dari statistik MotoGP.com Alex Rins merupakan pembalap berbakat sejak debut di kelas Moto3 yang baru dibentuk 2012 silam menggantikan kelas 125 cc.
Pada musim debut Moto3 2012 bersama tim Estrella Galicia 0,0 yang menggunakan motor Suter MMX3 Alex Rins berhasil menempati posisi ke-5 dengan koleksi 141 poin dan 1 podium.
Musim 2013, dengan kategori dan tim yang sama tetapi motor beralih ke motor KTM RC250GP Rins tampil luar biasa dengan koleksi 311 poin dari 14 podium yang 6 diantaranya kemenangan.
Sayangnya Alex Rins gagal merengkuh titel juara dunia Moto3 pada tahun tersebut lantaran kalah dari Maverick Vinelas yang unggul 12 poin darinya.
Jadi runner up Moto3 2013, Rins tetap melanjutkan musim ketiganya di Moto3 2014 dengan tim yang sama dan ganti motor Honda NSF250RW.
Kolase foto motor Alex Rins selama berkiprah di kelas Moto3 dan Moto2 (MotoGP.com)
Musim 2014 mejadi akhir perjalanan kategori Moto3 Alex Rins yang ia akhiri di posisi ke-3 klasemen dengan koleksi 237 poin dengan 8 podium yang 2 di antaranya kemenangan.
Berlanjut musim 2015, Alex Rins naik kelas ke Moto2 bersama tim Paginas Ammarillas HP 40 dengan sasis Kalex.
Alex Rins menjadi suksesor Maverick Vinales yang naik ke MotoGP bersama Suzuki ECSTAR yang baru kembali ke MotoGP.
Musim pertama Moto2 Alex Rins dibilang sangat luar biasa.
Bahkan Alex Rins mengungguli juara bertahan saat itu, Tito Rabat.
Alex Rins menyabet titel gelar Rookie Of The Year Moto2 2015 setelah mengakhiri di posisi kedua klasemen Moto2 2015 dengan koleksi 234 poin dan menggasak 10 podium yang 2 di antaranya kemenangan.