Find Us On Social Media :

Sejumlah Produsen Motor Listrik Beri Komentar Mengejutkan Soal Larangan Sepeda Listrik

By , Senin, 01 Agustus 2022 | 13:40
Motor listrik Keeway Citi Ezi cocok untuk kurir paket. (Yuka S./MOTOR Plus)

MOTOR Plus-Online.com - Sejumlah prosuden motor listrik beri komentar mengejutkan soal larangan sepeda listrik.

Beberapa waktu lalu Polrestabes Makassar viral mengenai larangan sepeda listrik untuk digunakan di jalan raya.

Larangan tersebut lantas viral dan menjadi bahan pembicaraan pegiat sepeda dan motor listrik.

Bahkan larangan sepeda listrik ini telah diikuti wilayah lain yakni Satlantas Polres Kapus, Kalimantan Tengah.

Maka dari itu, larangan sepeda listrik berpotensi diikuti daerah lain di Indonesia.

Rasa pro kontrak berkecambuk di antara kedua pihak.

Sebab pemerintah Indonesia sedang gencar mempromosikan kendaraan listrik justru ada larangan tersebut.

Para pegiat sepeda dan motor listrik (Kosmik) menilai sepeda listrik merupakan jembatan pertama untuk sebelum beralih ke kendaraan full elektrik.

Baca Juga: Energi Alternatif Selain Listrik untuk Kendaraan, TVS Kembangkan Motor Berbahan Bakar Hidrogen

Tak hanya itu, pelarangan pemakaian sepeda listrik juga bisa menjadi penghambat percepatan kendaraan listrik yang dicanangkan pemerintah.

Di sisi lain, menggunakan sepeda listrik di jalan raya menurut pihak kepolisian dapat menimbulkan bahaya.

Menangapi kekhawatiran pada masalah tersebut, sejumlah produsen motor listrik memberikan pandangannya.

CEO PT Utomo International (Utomocorp) Denny Utomo percaya larangan sepeda listrik tidak akan terjadi sebab pemerintah sendiri sudah sangat mendukung percepatan tren kendaraan listrik.

"Ke depannya saya tidak melihat itu akan mengganggu karena pemerintah sebetulnya sangat mendukung elektrifikasi. Jadi memang ini (elektrifikasi) justru sangat dipercepat dan ini memang masa depannya ialah elektrik," kata Denny saat ditemui di JIExpo.

Denny setuju jika pengguna sepeda listrik memang mesti dibatasi untuk tidak masuk ke jalan raya.

Tapi ia berharap ada infrastruktur yang bisa mengakomodir pesepeda listrik kedepannya.

Pendapat berbeda datang dari CEO PT Benelli Anugerah Motor Pusaka pemegang merek Benelli dan Keeway, Steven Kentjana Putra.

Baca Juga: NIU Optimis Soal Penjualan, Motor Listrik Modifikasi Bakal Habis Dalam Dua Minggu

Steven mengatakan larangan pemakaian sepeda listrik bisa berpengaruh pada percepatan kendaraan listrik di level bawahnya.

"Seperti hybrid dulu baru listrik, teman saya dia tidak ikut di sini, dia salah satu pemula sekarang jualan sepeda listrik daya beli ini Rp 6 juta - Rp 8 juta, sudah seperti kacang. Viar sudah lebih senang jualan sepeda listrik," kata dia.

Sementara Kepala Pemasaran PT Davigo Artha Luas pemegang merek Davigo, Glora Slucky setuju dengan larangan sepeda listrik di jalan raya.

"Kalau menurut saya ini belum ada satu keputusan resmi, artinya belum ada penunjukan yang terkait. Cuma dalam lalu lintas ada peraturannya, saya sih setuju saja, peraturan di jalan raya bisa membahayakan bukan cuma satu orang saja tapi beberapa pihak," katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Komentar Produsen Motor Listrik soal Larangan Sepeda Listrik"