Find Us On Social Media :

Kecelakaan Truk Maut di Bekasi Langsung Diselidiki Polisi, Ada Dugaan Rem Blong

By Yuka S., Rabu, 31 Agustus 2022 | 17:45 WIB
Polisi selidiki kecelakaan truk maut di Bekasi, ada dugaan rem blong. (Istimewa)

MOTOR Plus-Online.com - Polisi langsung selidiki kecelakaan truk maut di Bekasi, muncul dugaan rem blong

Kasus kecelakaan maut sebuah truk kontainer yang menabrak bangunan Sekolah Dasar di Jalan Sultan Agung Kota Bekasi membuat kaget.

Dikabarkan truk yang menabrak tiang komunikasi depan Sekolah Dasar ini pun memakan banyak korban jiwa.

Mengutip Kompas.com, kecelakaan truk ini terjadi di Jalan Sultan Agung KM 28,5 Kelurahan Kota Baru, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Rabu (31/8/2022) siang.

Truk itu menabrak tiang komunikasi di depan SD Negeri Kota Baru II dan III Bekasi hingga roboh.

Karena kecelakaan itu, 10 orang tewas dan 20 lainnya luka-luka.

Polisi sedang menyelidiki dugaan rem blong yang dialami sebuah truk kontainer sehingga menabrak puluhan orang tersebut.

Meski begitu, Azas Tigor Nainggolan, pengamat transportasi, mengatakan tidak bisa terburu-buru menyimpulkan adanya rem blong sebagai penyebab kecelakaan itu.

Baca Juga: Ridwan Kamil Kunjungi Korban Kecelakaan Maut di Bekasi yang Tabrak Pemotor dan Anak SD

"Kalau misal polisi bilang ada bekas rem atau telapak ban di jalan itu, harus dilihat lagi apakah karena pengemudi berusaha mengerem atau bisa juga karena zigzag karena tidak bisa kendalikan kendaraan," ujar Tigor dikutip dari program Breaking News Kompas TV, Rabu (31/8/2022).

Tigor mengatakan, bisa saja ada dugaan lain seperti adanya kelebihan muatan dari truk tersebut.

Oleh sebab itu, Tigor mengungkapkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) harus turun tangan untuk menyelidiki kecelakaan itu.

"Tapi kalau ada rem, tapi bisa nyelonong ke tiang BTS (base transceiver station), berarti ada soal juga. Apakah pengemudi dalam kondisi tidak siap atau lainnya?" ujarnya.

Merinding, truk kontainer tabrak pemotor dan anak SD di Bekasi. (Instagram.com/infobekasi)

Menurut pantauan di lokasi, sekolah berada di dekat sebuah fly over.

Jarak antara sekolah dan fly over Kranji itu kira-kira 500 meter.

Truk kontainer tersebut dikabarkan datang dari arah fly over.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Latif Usman sempat menyatakan truk itu mengalami kecelakaan saat persneling terhenti di gigi tiga.

Latif mengatakan, truk itu awalnya hilang kendali hingga masuk ke bahu jalan dan menabrak halte.

Baca Juga: Truk Kontainer Tabrak Tiang Depan SD di Jalan Sultan Agung Kota Bekasi, Banyak Motor Hancur

"Kami duga kecepatannya masih di atas 60 km per jam, ini masih kami duga," ucap Latif.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Selidiki Dugaan Rem Blong dalam Kecelakaan Truk Maut di Bekasi, Pengamat: KNKT Harus Turun Tangan"