Luhut menyebut, untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM, saat ini pemerintah tengah fokus untuk menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. (Kompas.com)
"Presiden memerintahkan kami supaya cepat (dalam penyaluran BLT BBM), agar masyarakat yang menerima bantuan tepat sasaran," katanya.
"Presiden memerintahkan kami agar cermat, supaya rakyat yang menerima bantuan itu agar tepat sasaran," ujar Luhut.
Menurutnya, rencana kenaikan harga BBM adalah masalah bersama yang harus dipikul secara gotong royong.
Baca Juga: Asyik Harga BBM Pertalite dan Pertamax Enggak Naik, Ada yang Turun Rp 2 Ribu Per Liter
"Saya ingin garis bawahi, ini masalah kita ramai-ramai, seperti kita menghadapi Covid-19," ujarnya.
Luhut meminta berbagai pihak agar merapatkan barisan untuk selalu kompak menghadapi masalah ini bersama.
"Jadi kita harus satu, kita harus kompak. Jadi jangan ada yang bicara pemerintah tidak paham. Kami sangat paham masalah ini, kami ulangi kami sangat mengerti sampai detail apa yang harus dilakukan," tegas Luhut.
Soalnya, menurutnya, persoalan krisis energi, khususnya BBM, sudah menjadi permasalahan isu global.
"Siapa berbuat apa, bagiamana menekan inflasi, bagaimana teknik mengerjakan inflasi, kami sangat paham," imbuh Luhut.
Ia juga memastikan stok BBM aman dan cukup untuk seluruh warga Indonesia.
Luhut meminta masyarakat agar mempercayakan persoalan ini kepada pemerintah.