Dari uji laboratorium yang dilakukan KNKT dalam kondisi mesin idle terukur bahwa proses pengisian udara tekan dari 0 sampai ke 9,5 bar berdurasi 14 menit.
Padahal dalam kondisi normal, waktu pengisian udara tekan sekitar 4-5 menit.
Lamanya waktu pengisian ini biasanya dipicu karena 2 hal, yaitu performa kompresor rem yang mengalami penurunan.
Dan adanya kebocoran pada sistem rem.
Hal lain yang menguatkan adalah turunnya udara tekan 1,5 bar setelah pedal rem kaki diinjak.
Baca Juga: Cerita Pilu Korban Kecelakaan Maut Di Cibubur, Teriak Minta Tolong Tapi Warga Sibuk Merekam Pakai HP
Sementara dalam kondisi normal satu kali pelepasan udara tekan berkisar antara 0,3-0,4 bar.
"Ini yang membuat tekanan udara di dalam tabung jauh berkurang, sementara kemampuan untuk mengisi juga rendah, akibatnya terjadi ketekoran," papar Pasha.'
Menurut Pasha, kondisi tekor ini ditambah lagi dengan adanya instalasi klakson telolet.
"Pipa udaranya diambil di selenoid itu bersamaan dengan rem," ulasnya.
Menurut Pasha, desis kebocoran ini sejatinya sudah diketahui oleh sopir.
"Saat kami melakukan penyelidikan, sopir mengaku berhenti di Rawamangun, Jakarta Timur, mengecek sumber bunyi," jelasnya.
Namun, karena ketidaktahuan sopir, ia tetap melanjutkan perjalanan membawa truk bermuatan 24.000 liter Pertalite menuju Cibubur.