Find Us On Social Media :

Elon Musk Resmi Jadi Pemilik Twitter, Bersumpah Tidak Akan Membuat Motor

By Ahmad Ridho, Jumat, 28 Oktober 2022 | 15:45 WIB
Elon Musk resmi membeli Twitter setelah tarik ulur selama enam bulan senilai 44 miliar dollar AS (Rp 668 triliun) pada Kamis (27/10/2022) malam waktu Amerika Serikat (AS). (Instagram @elonmusk)

Bila hingga tenggat tersebut akuisisi tak kunjung gol, maka Musk harus melanjutkan proses persidangan setelah saling gugat dengan Twitter.

Beberapa jam setelah twit berisi video Musk membawa wastafel diunggah, CEO Tesla ini kembali mengirimkan twit lainnya yang mengatakan bahwa dia sempat bertemu "orang-orang hebat" ketika berkunjung ke kantor Twitter.

Tidak disebutkan apa maksud dia mengunjungi kantor Twitter, begitu juga siapa saja sosok atau pejabat Twitter yang dia temui pada momen tersebut.

Namun, Musk diyakini telah bertemu dengan para engineer dan eksekutif periklanan Twitter.

Selain berkunjung ke kantor pusat Twitter, Musk baru-baru ini mengganti informasi biografi alias "bio" di akun Twitter @elonmusk.

Baca Juga: Pungli Cek Fisik Motor Diminta Rp 30 Ribu Setelah Posting di Twitter Kanit Samsat Langsung Minta Maaf

Adapun bio tersebut diganti dengan keterangan "Chief Twit". Musk juga mengubah informasi lokasi di profilnya menjadi "Twitter HQ" (kantor pusat Twitter).

Ini merupakan indikasi kuat bahwa Elon Musk mungkin bakal menjadi Chief Executive Officer (CEO) alias pemimpin Twitter sesaat lagi.

Tak heran, bila Musk memecat CEO Parag Agrawal pasca-akuisisi ini.

Sebelumnya, Elon Musk telah berjanji untuk membawa perubahan di Twitter setalah ia membeli Twitter.

Misalnya, Musk berjanji melonggarkan aturan moderasi konten layanan, membuat algoritma Twitter lebih transparan, memelihara bisnis berlangganan, serta merumahkan karyawan, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari The New York Times, Jumat (28/10/2022).

Soal pemutusan hubungan kerja karyawan (PHK), Musk memang santer dilaporkan bakal melakukan PHK terhadap 75 persen karyawan Twitter pasca-akuisisi rampung.

Persentase itu jauh lebih banyak dari dugaan awal. Bila dikalkulasi, angka itu setara dengan sekitar 5.600 karyawan Twitter dari total 7.500 karyawan.

Bila rencana ini benar-benar berjalan, maka Twitter hanya akan mengerahkan 1.900 karyawan untuk menjalankan operasional perusahaan.

Namun, hal ini juga dibantah Elon Musk ketika berkunjung ke kantor Twitter.

Saat ini, alih-alih PHK karyawan, Elon Musk justru memecat bos-bos Twitter.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2022/10/28/08543807/elon-musk-pecat-4-petinggi-twitter-salah-satu-digiring-keluar-gedung?page=all