Untuk jenis Pertamax konsumsi per hari di Sulawesi Tenggara sekitar 150 KL dengan stok sebanyak 9.000 KL.
Jika dilihat dari grafik konsumsi penyesuaian tarif BBM tidak mempengaruhi terhadap konsumsi masyarakat.
"Jadi peningkatan itu hanya terjadi pada Pertalite dan Solar. Hal itu wajar dengan jarak harga lumayan dengan psikologi masyarakat lebih memilih BBM yang murah," ucapnya.
"Diimbau masyarakat yang mampu agar membeli atau menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunnewsSultra.com dengan judul "Stok Pertalite, Solar dan Pertamax di Sulawesi Tenggara Diperkirakan Cukup Sampai Akhir Tahun"