Find Us On Social Media :

Profil Dyonisius Beti, Orang Indonesia Pertama yang Menjabat Sebagai Presdir di Pabrikan Motor Jepang

By Selasa, 10 Januari 2023 | 16:35
Dyonisius Beti, Presiden Direktur PT YIMM yang dulunya sempat ditolak ketika melamar kerja di Yamaha. (Pradana)

Tahun 1996 Yamaha Indonesia sangat mengandalkan jualan motor 2-tak.

Motor 2-tak andalan Yamaha sebelum tahun 2000 seperti Yamaha RX-King dan Yamaha Force-1.

"Tapi, Yamaha di 2-tak dan 4-tak belum bisa kompetitif di pasar dibanding pabrikan yang lain," jelas Dyonisius Beti yang saat itu menduduki jabatan sebagai Executive Vice President Director, Chief Operating Officer YIMM.

Filosofi dan pengaruh Presiden Soekarno mengakar di Yamaha berkat Dyonisius Beti. (Dok GridOto.com)

Tahun 1998 Indonesia menghadapi krisis moneter.

Satu Dollar tembus sampai Rp 13.000 yang sebelumnya hanya Rp 2.500-an.

Baca Juga: Naik Yamaha XMAX Connected Eksplorasi Keindahan Bali, Jelajah Pulau Dewata!

"Berat kondisinya saat itu. Tapi, Yamaha dituntut harus bertahan," urai Dyon yang juga menjabat sebagai salah satu Direktur Yamaha Motor Company, Jepang.

Setelah melewati krismon, PR besar Yamaha Indonesia harus berhadapan lagi dengan regulasi emisi gas buang tahun 2000.

Mesin 2-tak harus bertahap stop dan diganti dengan 4-tak.

“Saat itu Yamaha hanya mengandalkan Yamaha Crypton. Yamaha telat main 4-tak,” beber Dyon.

Segala usaha dilakukan Yamaha untuk bisa mengalihkan produksi mesin 2-tak jadi mesin 4 langkah.

Dyonisius Beti menjadi orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Presiden Direktur (Presdir) di pabrikan motor Jepang, Yamaha. (Dok MOTOR Plus)