Sebut saja Ducati sudah sejak lama memelihara atau mengontrak test rider atau pembalap penguji yang itu-itu saja yaitu Michele Pirro.
Pengalaman dan jam terbang sebagai pembalap penguji bersama dengan pembalap MotoGP berbeda membuatnya punya skill.
Michele Pirro sudah terlatiha dan memiliki kemampuan meriset motor MotoGP yang cocok buat pembalap reguler MotoGP.
Baca Juga: Fabio Quartararo Sebut Sprint Race Mirip Di Hutan, Bakal Banyak Kecelakaan Ke Depannya
Begitu juga pabrikan Eropa KTM yang sejak 2019 mengontrak legenda MotoGP Dani Pedrosa sebagai tes rider.
Sejak Dani Pedrosa berkontribusi terhadap riset motor MotoGP KTM RC16 makin ke sini performa motornya makin kompetitif.
Atau juga ambil cara yang dipakai pabrikan Aprilia yang mengontrak pembalap reguler sekaligus punya kemampuan meriset motor.
Adalah Aleix Espargaro jadi prioritas Aprilia Racing mengontraknya sejak 2017.
Kontribusi pembalap bernomor start 41 dirasakan di musim lalu yang mempersembahkan kemenangan pertama Aprilia di kelas premier MotoGP.
Sebaliknya pabrikan Jepang tidak konsisten merekrut test rider, baik Yamaha dan juga Honda.
Alhasil, motor Jepang condong lebih cocok dan klop dengan satu karakter pembalap.
Efeknya, saat motor Jepang dipakai pembalap lain performanya jeblok.
Pabrikan Eropa melakukan banyak terobosan riset meningkatkan kemampuan motor MotoGP.