Find Us On Social Media :

MotoGP Inggris Adalah Kunci, 2 Orang Ini Buktinya 2 Tahun Terakhir

By Jumat, 28 Juli 2023 | 13:15
Francesco Bagnaia (kiri) dan Fabio Quartararo buktik MotoGP Inggris di sirkuit Silverstone jadi kunci juara dunia MotoGP 2022 dan 2021 silam (Ducati Corse, Yamaha MotoGP)

MOTOR Plus-online.com - Libur paruh musim MotoGP 2023 berakhir pekan ini, seluruh pembalap siap-siap hadapi MotoGP Inggris 2023 di sirkuit Silverstone yang buat 2 pembalap ini kunci dibuktikan 2 musim terakhir.

MotoGP Inggris 2023 di sirkuit Silverstone pekan depan, (4-6/8/2023) menjadi ronde pembuka paruh musim kedua MotoGP musim ini.

MotoGP Inggris dalam 2 musim terakhir menjadi kunci sukses gasak titel juara dunia MotoGP.

Bukan kaleng-kaleng MotoGP Inggris itu disebut-sebut kunci dan sudah dibuktikan 2 pembalap MotoGP di 2 musim terakhir.

Francesco Bagnaia di MotoGP Inggris 2022 dan Fabio Quartararo di 2021.

Yup, sirkuit Silverstone venue MotoGP Inggris terhitung langganan gelar MotoGP sejak 2010 silam, namun 2 tahun terakhir jadi saksi lahirnya 2 pembalap MotoGP baru.

Adalah pembalap Ducati Lenovo Team Francesco Bagnaia yang menang di MotoGP Inggris 2022 silam padahal sempat tertinggal jauh selisih poin di paruh musim pertama musim 2022.

Sejak MotoGP Inggris tahun lalu, Francesco Bagnaia malah tampil konsisten dan selalu menang hingga akhirnya menggasak titel juara dunia MotoGP.

Setali tiga uang dengan pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP Fabio Quartararo yang merasakan MotoGP Inggris 2021 menjadi kuncian bagi pembalap kelahiran 20 April 1999 itu memuluskan gasak titel juara dunia MotoGP.

Baca Juga: Fakta-fakta Marc Marquez Pilih Bertahan Di Honda Musim MotoGP 2024, Yakin Tak Bakalan Pergi?

Bahkan Francesco Bagnaia dan Fabio Quartararo merasakan kegagalan di MotoGP Inggris berarti musnah juga perburuan juara dunia MotoGP.

Francesco Bagnaia melupakan titel juara dunia MotoGP 2021 kalah dari Fabio Quartararo.

Begitu sebaliknya, Fabio Quartararo pupus ambisi mempertahankan juara dunia MotoGp 2022 setelah kalah dari Francesco Bagnaia.