Find Us On Social Media :

Siap-siap Sesuai Peringatan Presiden Jokowi Harga Pertalite Bisa Naik dan Bakal Dibatasi

By , Kamis, 19 Oktober 2023 | 15:40
Sesuai peringatan Presiden Jokowi harga Pertalite bisa saja naik (Dwi Wahyu R./GridOto.com)

Kenaikan harga minyak dunia disebabkan eskalasi konflik antara Israel dan Palestina, serta kebutuhan minyak menjelang musim dingin diproyeksikan kerek inflasi secara global.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji mengatakan, jika perang timur tengah berlangsung lama maka akan berpengaruh ke impor minyak mentah dan impor BBM RI.

"Sampai hari ini dampaknya masih belum signifikan walaupun kita tahu harga minyak mendekati USD90 per barel, namun kalau ini berlangsung cukup lama saya kira akan berpengaruh," kata Tutuka dikutip dari lama Kementerian ESDM.

Menurutnya, kenaikan harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ ICP) selain akan berpengaruh terhadap kenaikan harga crude di Indonesia juga akan mempengaruhi harga BBM di masyarakat.

Hal ini karena Indonesia impor keduanya yaitu crude oil dan BBM dengan presentase yang hampir sama.

Saat ini pemerintah juga tengah mendorong terbitnya revisi peraturan seputar pembatasan Pertalite.

Harga bensin sebelumnya naik per 1 Oktober 2023 untuk bensin non-subsidi (Tribunnews.com)

Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 yang menjadi regulasi acuan penyaluran BBM bersubsidi lebih tepat sasaran.

Dalam revisi tersebut akan mengatur detail kriteria kendaraan yang dapat mengisi Pertalite dan juga tengah mengkaji untuk membuat perbedaan harga Pertalite sesuai dengan jenis kendaraannya.

"Saya mengimbau, pertalite itu untuk masyarakat yang membutuhkan, jadi kalau yang mampu janganlah menggunakannya karena bukan peruntukannya," ucap Tutuka.

Sejauh ini, Pertamina tengah melakukan uji coba pembatasan pembelian Pertalite khususnya bagi kendaraan roda empat di beberapa daerah.

Setiap pembeli diwajibkan memiliki Quick Response (QR) Code untuk dipindai oleh petugas SPBU sebelum melakukan pembelian.

Uji coba tersebut dilakukan di 41 kota dan kabupaten yang tersebar di tiga provinsi yakni Aceh, Bangka Belitung, dan Bengkulu. Uji coba juga dilakukan di Timika, Papua.