Lalu kedua, minyak goreng memiliki suhu titik didih yang mirip dengan fraksi pelumas.
"Titik didih pelumas dominan pada rentang 370-500 derajat Celcius," lanjut Fuad.
"Sementara minyak goreng berada pada kisaran 400-500 derajat Celcius," sambungnya.
3. Minyak goreng lebih kental dibandingkan oli mesin
Baca Juga: Agak Lain Tukang Bakso Motor Pakai Minyak Goreng Sebagai Minyak Rem Efeknya Bisa Berbahaya
"Minyak goreng lebih kental dibandingkan oli mesin, bahkan dengan oli mesin yang kental sekalipun," ucap dia.
"Sifat ini yang membuat minyak goreng riskan dicampur dengan oli mesin," tambahnya.
"Apalagi dengan oli mesin encer, lebih riskan lagi untuk kendaraan yang butuh oli mesin encer, misalnya untuk mesin kendaraan yang menggunakan HLa," jelas Fuad.
4. Pada suhu rendah minyak goreng sulit mengalir
Minyak goreng campur oli untuk pelumas mesin motor. (GridOto.com)
Keempat, menurut dia, minyak goreng lebih sulit mengalir dibandingkan oli mesin pada suhu rendah.
"Oli mesin harus mudah mengalir pada suhu rendah," tambah peneliti LEMIGAS itu.
"Misalnya saat awal starter, sehingga memudahkan mengalir ke komponen mesin," sambungnya.