Berdasarkan data dari Insurance Institute for Highway Safety (IIHS), motor yang mempunyai sistem rem ABS dapat mengurangi resiko kecelakaan hingga 22 persen.
Sistem rem ABS pada motor juga menjadi bagian yang penting.
Terlebih apabila kontur jalan yang dilewati sehari-hari memiliki variasi tanjakan, turunan curam dan berlubang seperti di Indonesia.
Program ini dirancang dengan tujuan utama dapat menciptakan kesadaran para pemotor, pemangku kepentingan dan para pemangku kebijakan mengenai pentingnya penggunaan sistem pengereman ABS.
Baca Juga: Ada Alasan Penting Motor Dengan Rem ABS Lebih Mahal Daripada Non-ABS
Sistem pengereman berteknologi ABS sebagai kebutuhan penunjang keselamatan hingga mengurangi resiko kecelakaan.
Melalui FGD, diharapkan bisa mendapatkan komitmen dari para pemangku kepentingan, pemangku kebijakan dan komunitas motor untuk bersama-sama mengampanyekan keselamatan berkendara dan pentingnya fitur ABS pada motor.
Otomotif Group mengundang beberapa narasumber, stake holders, serta komunitas yang kompeten tentang pentingnya penggunaan ABS.
Peserta FGD kali ini adalah Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Dr. Ir. Soerjanto Tjahjono, Dirkamsel Korlantas Polri Kombes Pol Mohammad Tora, Tim IATD Kemenperin Kemal Rasyad.
Lalu ada Akademisi Fakultas Teknik UI Ir. Tri Tjahjono, Badan Kementrian Perhubungan Darat Arifin, Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan RI Jumardi, Direktur Mobilitas Sepeda Motor Komunitas IMI Joel D Mastana.
"ABS adalah keniscayaan, mencegah kematian mengurangi kecelakaan," ujar Tri.
"Captive market sudah cukup kuat, kalau perlu pabriknya di Indonesia, teknologi harus berkembang,"
Sementara itu, Arifin mengatakan, perlu data dan analisa untuk menyusun aturan rem ABS jadi wajib di Indonesia.