Menurut Luhut, saat ini pengembangan bioetanol sedang dilakukan Pertamina, yang diharapkan berjalan dengan baik sehingga bisa segera diterapkan.
"Ini sekarang lagi proses dikerjakan Pertamina," lanjut dia.
"Nah, kalau ini semua berjalan dengan baik, kita bisa mengemat lagi (anggaran negara)," kata Luhut.
Baca Juga: Warga Labuan Bajo Menjerit Harga Pertalite Melonjak Dijual Rp 35 Ribu Per Liter
Saat ini Pertamina punya satu jenis bensin dengan campuran bioetanol, yaitu Pertamax Green 95.
Dilansir dari website resmi Pertamina, Pertamax Green 95 adalah bahan bakar nabati untuk kendaraan bensin pertama di Indonesia yang menggunakan formulasi campuran bensin ditambah bioetanol 5 persen dari molase tebu.
Beredar juga isu jenis bensin baru pengganti Pertalite, bernama Pertamax Green 92.
Konsepnya sama seperti Pertamax 92 tapi ada campuran bioenergy Etanol.
Bensin Pertalite yang memiliki RON 90 dicampur bioetanol sebesar 7 persen (E7) sehingga nilai oktannya meningkat sampai 96 persen.
Sejatinya bensin dengan angka oktan atau RON tinggi bagus buat kendaraan, namun ada pengecualian dengan bioetanol.
"Bensin oktan rendah seperti Pertalite memiliki nilai kalor lebih rendah dari Pertamax," kata Muhammad Fuad, Peneliti Balai Pengujian Minyak dan gas Bumi LEMIGAS.
"Di kilang minyak, Pertamax itu dibuat dari upgrade Pertalite, umumnya dengan cara proses penambahan gas hidrogen," sambungnya saat dihubungi MOTOR Plus-online, Minggu (24/3/2024).
Baca Juga: Beli Bensin Pertalite Bakal Dibatasi 17 Agustus, Erick Thohir Jawab Begini