"Soal bahu saya, pemulihan dari operasi berjalan cukup baik. Saya rasa kondisinya sudah 85 persen, tapi kami terus bekerja keras sepanjang musim dingin, dan saya yakin bisa mencapai 100 persen saat balapan pertama musim ini. Saya punya rekan setim baru, Franky! Saya tidak sabar bekerja dengannya. Saya pikir saya bisa belajar banyak darinya. Dia pembalap yang sudah memenangkan banyak balapan, pernah menjadi juara dunia, dan runner-up di MotoGP," tuturnya.
Senada dengannya, salah satu pembalap didikan Valentino Rossi, Franco Morbidelli mengakui antusiasme penggemar di Indonesia.
"Luar biasa memulai dari sini, meluncurkan tim dan menjalani latihan pertama di Indonesia. Negara ini semakin penting bagi motorsport, terutama MotoGP™. Antusiasme penggemarnya sangat besar, dan rasanya luar biasa bisa bertemu serta berbicara langsung dengan para pendukung. Melihat nomor 21 saya di motor baru juga sangat istimewa. Warna-warnanya indah, dan saya menyukai bayangan angka 46 di belakang nomor tersebut," kata Franky, panggilan karibnya.
Franco Morbidelli saat di atas Ducati Desmosedici-GP24. (Pertamina Enduro VR46)
"Livery ini benar-benar cantik! Ini tim baru bagi saya, tapi saya sudah mengenal semua orang-orang di dalam Tim. Mengendarai motor untuk tim Valentino Rossi sungguh luar biasa, dia telah membuat dunia balap motor lebih baik. Atmosfer tim ini fantastis, dan saya pikir itu adalah salah satu kekuatan utama kami. Tentu saja, masih banyak hal yang akan saya pelajari selama musim ini. Pada 2025, target kami adalah memperbaiki hasil tahun lalu. Berkat Ducati, kami punya paket yang sangat baik. Saya dan Fabio saling mengenal sejak lama, dia pembalap yang sangat cepat, dan bekerja sama akan sangat penting untuk meraih hasil terbaik bagi tim," tukasnya.