MOTOR Plus-Online.com - Balapan utama perdana MotoGP Thailand 2025 yang berlangsung kemarin, Minggu (2/3) menjadi saksi bisu kemenangan Marc Marquez, Francesco alias Pecco Bagnaia beri komentar.
Enggak juara MotoGP Thailand 2025, Pecco Bagnaia kok malah bilang Marc Marquez main-main? Begini pendapatnya.
Hal tersebut terjadi usai tuntasnya balapan pembuka MotoGP 2025 di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand.
Rekan setim Marc Marquez, Pecco Bagnaia menyelesaikan balapan dengan finis di urutan 3.
Setelah merampungkan 26 putaran, pembalap asal Italia itu mengomentari performa rider Spanyol tersebut.
"Marc Marquez sudah bermain-main dengan kami," buka rider didikan Valentino Rossi tersebut, dikutip dari Marca.
Menurut pembalap dengan nomor 63 itu, Marc yang sempat memimpin seharusnya bisa mendahului sang adik, Alex Marquez.
Peraih juara dunia MotoGP 2023 tersebut merasa rekan setimnya itu seharusnya bisa memiliki gap atau jarak Waktu yang lebih jauh.
Baca Juga: Marc Marquez Ngamuk Sebelum Balapan MotoGP 2025 Mulai, Kasih Paham ke Pecco Bagnaia
Baca Juga: Marc Marquez Sebut Kelemahannya Jadi Kekuatan Pecco Bagnaia Jelang MotoGP 2025, Ternyata Bagian Ini
"Marc bermain. Apa maksudku? Kalau dia mau, dia akan memenangkan balapan dengan selisih lebih dari lima detik, saya rasa, karena dia sudah unggul satu detik atau lebih dari Alex, lalu dia membiarkannya lewat, dia ada di sana bermain di belakang dan kemudian, ketika tersisa dua putaran, dia memutuskan untuk memimpin, dia pergi, jadi dia unggul jauh dari kami," ungkapnya.
"Seperti Marc, saya memiliki lebih banyak dan lebih mudah untuk menyalip, atau saya memiliki kecepatan yang sedikit lebih baik daripada Alex, tetapi setiap kali saya mendekat, saya kalah lagi. Saya harus mundur sedikit karena ban," ungkap Pecco.
Namun, Pecco Bagnaia mengakui pembalap kakak beradik tersebut melakukan pekerjaan yang lebih baik darinya.
"Alex dan Marc telah melakukan semua tes dengan perasaan yang sangat baik dalam pengaturan," ujar Bagnaia.
"Kami telah meningkat, tetapi tidak sebanyak yang saya harapkan, saya menginginkan lebih, setidaknya untuk lebih dekat dengan Marc, tetapi, pada akhirnya, ia telah melakukan pekerjaan yang lebih baik daripada saya dan kami akan pergi ke yang berikutnya, yang masih belum menjadi sirkuit yang lebih baik bagi saya dan itu bagus untuknya, tetapi yang penting musim ini adalah melakukan apa yang telah kami lakukan akhir pekan ini. ketika sulit bagi kami, finis sejauh mungkin di depan dan mendapatkan poin," sambungnya.
Untuk itu, rider berusia 28 tahun itu berharap dirinya bisa lebih baik lagi, terutama saat start.
"Saya berharap bisa merasa lebih baik dari saat start dengan motor saya, karena di akhir saya hanya mampu menyelesaikan pekerjaan di akhir pekan di Latihan bebas kedua di Sabtu pagi, karena kami membuat perubahan sampai Jumat, mencoba hal-hal lain, dan tidak ideal, namun hal yang sulit di akhir pekan finis di urutan 3 tidak buruk," kata Pecco.
"Kami baru memahami apa saja yang perlu ditingkatkan karena motor sekarang sangat mirip dengan GP24, yang dipakai tahun lalu, tapi saya merasa kehilangan sesuatu, jadi nanti kita lihat kenapa," pungkasnya.