Find Us On Social Media :

6 Debt Collector Keroyok Pemilik Motor yang Sudah Lunas di Gorontalo, Malah Lapor Balik

By , Kamis, 27 Maret 2025 | 21:56
Momen keributan debt collector dan pemilik motor yang sudah lunas. (Tangkapan layar YouTube/Tribunnews)

MOTOR Plus-Online.com - Kejadian lagi keributan antara debt collector dan pemilik motor yang sudah lunas.

6 debt collector keroyok pemilik motor yang sudah lunas d Gorontalo, malah lapor balik korban ke polisi.

Korban bernama Moh Andi Indalan (46) yang tinggal di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Pria yang tinggal lebih dari 10 tahun itu mengaku pernah mengambil kredit motor Honda beat di Kecamatan Pagimana sebelum pandemic Covid-19.

Meski begitu, Andi menegaskan seluruh tagihan sudah lunas walaupun sempat menunggak, dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) sebagai bukti.

Pengeroyokan berawal saat Andi bersama iparnya, Iwan Pakaya (45) dalam perjalanan usai berbelanja pada Senin (24/3/2025).

Tiba-tiba keduanya dicegat beberapa orang yang memakai empat motor.

"Saya dipaksa berhenti di tengah jalan. Mereka bilang saya harus ke kantor dulu. Ada empat motor, tiga di antaranya berboncengan, dan satu motor hanya satu orang," kata Andi dikutip dari TribunGorontalo.com.

Baca Juga: Ngaku Debt Collector Bawa Senjata Api, Honda BeAT Driver Ojol Dibawa Kabur

Baca Juga: Gara-gara Debt Collector, Dua Pemotor Terkapar Diseruduk Daihatsu Terios di Bogor

Interogasi mengenai dugaan tunggakan pembayaran pun dilakukan begitu Andi sampai ke kantor pemberi pinjaman.

Mengaku sudah lunas, Andi mengambil BPKB dan mencoba menyalakan motor, sontak situasi memanas dan berujung pengeroyokan.

"Saya dipukul ramai-ramai. Mereka pakai kayu dan batu. Sekarang tangan kanan dan kiri saya memar, badan saya sakit semua," tuturnya.

Iwan Pakaya bilang, mereka memukul saudara iparnya itu dengan beberapa barang.

"Saya lihat mereka ambil kayu, batu, dan helm. Saya coba menenangkan, kalau bisa dibicarakan baik-baik, tapi mereka tidak mendengar saya dan tetap memukul Pak Andi," ungkapnya.

Usai terjadinya pemukulan, pihak kepolisian mendatangi kediaman Andi.

Saat itu, Andi tidak berada di rumah, keluarganya merasa takut untuk memberi tahu keberadaannya.

"Kami takut beritahu karena jangan sampai Andi dibuat macam-macam," kata sepupu Andi.

Baca Juga: Terungkap Sopir Daihatsu Sigra Tabrak Pemotor Honda Genio di Bogor Gara-gara Ada Debt Collector

Andi akhirnya melapor ke Polresta Gorontalo Kota pada Selasa (25/3/2025), dan menunjukkan luka-luka akibat pengeroyokan.

Ia juga diarahkan untuk menjalani visum sebagai bukti penganiayaan.

Setelah mendapatkan video kekerasan yang diunggah ke media sosial, polisi berhasil menangkap debt collector tersebut.

"Iya benar, enam orang yang ada dalam video tersebut sudah kami amankan Senin kemarin. Namun saat itu kami belum menerima laporan resmi dari korban."

"Hari ini kami baru menerima laporan dari Moh Andi Indalan terkait dugaan tindak pidana pengeroyokan," ujar AKP Akmal saat dikonfirmasi Selasa

ihak debt collector juga melaporkan Andi atas dugaan penganiayaan.

Laporan tersebut diajukan oleh perwakilan Lintas Borneo Sukses (LBS), yang merupakan pihak ketiga dari perusahaan pembiayaan di Gorontalo.

"Kami sudah menerima dua laporan, satu dari korban yang mengaku dikeroyok oleh debt collector, dan satu lagi dari pihak LBS yang melaporkan Moh Andi atas dugaan penganiayaan," jelas AKP Akmal.