Find Us On Social Media :

Pertamina Sanksi dan Tutup SPBU di Bangka Tengah, Ini Penyebabnya

By Minggu, 12 Juli 2026 | 14:15
Spanduk putih bertuliskan "Mohon Maaf SPBU Dalam Pembinaan Untuk Melayani Anda Lebih Baik Lagi" membalut nozzle pengisian BBM subsidi jenis Pertalite di SPBU 24.331.131 Desa Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah. (Bangkapos)

MOTOR Plus-online.com - Sebuah SPBU di Bangka Tengah stop jualan usai diberikan sanksi oleh Pertamina.

Pemberian sanksi dan operasional SPBU ditutup sementara karena masalah ini.

Spanduk putih bertuliskan "Mohon Maaf SPBU Dalam Pembinaan Untuk Melayani Anda Lebih Baik Lagi" membalut nozzle pengisian BBM subsidi jenis Pertalite di SPBU 24.331.131 Desa Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah.

Di saat dispenser Pertalite tidak beroperasi, antrean kendaraan justru masih memanjang di jalur pengisian Pertamax.

Penutupan sementara layanan Pertalite itu merupakan sanksi pembinaan dari Pertamina menyusul evaluasi terhadap pelayanan di SPBU tersebut.

Manajer SPBU Ruli menjelaskan, penghentian sementara layanan Pertalite dilakukan setelah pihaknya menerima surat sanksi dari PT Pertamina terkait pelayanan di SPBU tersebut.

“Hari Kamis (09/07/2026) kami mendapatkan surat sanksi dari Pertamina berupa penutupan sementara layanan BBM subsidi jenis Pertalite, dikarenakan terkait dengan pelayanan yang kurang baik. Pihak Pertamina juga telah melakukan pengecekan ke lapangan,” kata Ruli mengutip Bangkapos.

Menurutnya, sanksi tersebut berlaku selama satu minggu.

Baca Juga: Pertalite Hilang dari Papan SPBU Pertamina, BBM Subsidi Dihapus?

Pihak SPBU memperkirakan penyaluran Pertalite kembali dibuka setelah masa pembinaan selesai.

“Surat yang kami terima dari Pertamina untuk satu minggu. Kemungkinan kami akan mendapatkan kembali minyak Pertalite pada Kamis (16/07/2026),” ujarnya.

Ruli menyebut, salah satu hal yang menjadi perhatian Pertamina yakni adanya antrean panjang kendaraan serta beberapa video terkait kondisi pelayanan SPBU yang sempat beredar dan menjadi perhatian publik.

“Kemungkinan antrean yang panjang kemudian beberapa video yang viral juga menjadi atensi dari Pertamina untuk SPBU ini,” jelasnya.