Bikin Geger, Balap MotoGP Kembali Gunakan Mesin 2-Tak Pada 2026 Nanti? Ini Alasannya

Aong - Rabu, 15 Januari 2020 | 16:00 WIB
Honda NSR 500 2-tak pacuan Mick Doohan jadi legendari
succesbod.com
Honda NSR 500 2-tak pacuan Mick Doohan jadi legendari

 

MOTOR Plus-online.com - Sekarang mesin-masin MotoGP menggunakan siklus 4-Tak yang dianggap lebih ramah lingkungan.

Namun masih banyak yang merindukan mesin 2-Tak karena tenaganya yang besar dan suaranya yang khas jadi daya tarik sendiri.

Apalagi target MotoGP sampai 2025 nanti harus bebas dari emisi karbon.

Ini yang membuat peluang mesin 2-Tak yang beroperasi dengan hidrogen dapat kembali di MotoGP pada pertengahan dekade ini.

Baca Juga: Gak Banyak Omong, Valentino Rossi Ngegas Bareng Muridnya, Latihan Hadapi Tes Pramusim MotoGP Sepang

Baca Juga: Terbalik Dengan MotoGP, Balap Mobil F1 Malah Berencana Pakai Mesin 2-Tak

Sebagaimana kita tahu, motor 2-Tak diberhentikan di MotoGP pada akhir musim 2001 karena emisi terlalu tinggi.

Tetapi, dengan injeksi langsung (direct injection), pressure  charging (turbo/supecharge) dan teknologi lainnya, motor 2-Tak sekarang lebih efisien daripada 4-Tak.

Apalagi ditunjang mesin hidrogen hanya memancarkan air pada akhir siklus pembakaran tetapi teknologi itu masih sangat mahal.

Kepala teknis F1 Pat Symonds tertarik untuk menggunakan formula 2-Tak dalam spesifikasi baru unit mesin pada tahun 2025.

Baca Juga: Dominasi Spanyol Berlanjut di MotoGP 2020, Nyaris Separuhnya Kuasai Daftar Pembalap Tahun Ini

Dan MotoGP mungkin mengikuti ide yang sama untuk juga berbagi biaya pengembangan.

"Aku sangat tertarik dengan itu menjadi 2-tak. Jauh lebih efisien, suara yang bagus dari knalpot dan banyak masalah dengan dua pukulan lama tidak lagi relevan,” katanya dikutip dari bikesportnews.com.

Baca Juga: Fakta Nyata! Spanyol Benar-benar Kuasai Jagat MotoGP, Nih Bukti-buktinya

“Direct injection, pressure charging (turbo/supercharge), dan sistem pengapian baru memungkinkan semua bentuk mesin 2-Tak jadi sangat efisien dan sangat ramah terhadap emisi. Saya pikir ada masa depan yang baik untuk motor 2-Tak," jelasnya.

Kalau saja Valentino Rossi terus berprestasi sampai 2026 nanti, dia akan merasakan kembali menggunakan mesin 2-Tak.

Penulis : Aong
Editor : Joni Lono Mulia

Video Pilihan


YANG LAINNYA

TERPOPULER +

Tag Popular