Find Us On Social Media :

Ini Postingan Terakhir Pemotor Korban Kecelakaan Tanjakan Emen, Merinding Bro!

By Arseen, Rabu, 14 Februari 2018 | 09:27 WIB
Kecelakaan kembali terjadi di Tanjakan Emen, Subang Jabar. (istimewa)

MOTOR Plus-online.com - Agus Waluyo, salah satu korban pemotor yang meninggal kecelakaan maut di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat (10/2/2018) bikin postingan yang menyedihkan.

Sebelum meninggal dunia, pada Jumat (9/2/2018), Agus sempat memposting unggahan melalui akun Facebooknya.

Pria asal Karawang Jawa Barat tersebut menuliskan hal tentang kematian dan orang yang meninggal.

(BACA JUGA: Modal Time 6,8 Detik, Kawasaki Z1000 Ini Cari Penantang di Jalur 201 Meter!)

Menurutnya, orang yang meninggal tidak lantas mati, melainkan hidup dalam kenangan nama baik mereka.

"Banyak orang yang telah meninggal, tapi nama baik mereka tetap kekal. Dan banyak orang yang masih hidup, tapi seakan mereka orang mati yang tak berguna.
Imam Syafi'i," tulisnya.

Tak hanya itu, pada 6 Februari 2018, Agus Waluyo juga mengunggah kata-kata tentang kematian.

Menurutnya, kehidupan sangat terbatas, dan kematian bisa datang dengan tiba-tiba kapan saja.

Ia juga mengatakan, ketika meninggal, yang dibawa adalah amal, bukan yang lainnya.

(BACA JUGA:  Ternyata Adik Valentino Rossi Sempat Dilarang Ikut Balap)

"Kita harus menyadari bahwa kehidupan kita di dunia ini sangatlah terbatas. Dibatasi oleh kematian yang kedatangannya bisa sangat tiba-tiba atas kehendak Allah Swt. Dan, jika kita mati maka tidak ada satupun sekecil apapun yang bisa kita bawa dari dunia ini. Keluarga kita, harta kekayaan kita, semua akan ditinggalkan. Yang kita bawa tiada lain hanyalah catatan amal perbuatan kita," katanya.

Sementara itu, pada tanggal 5 Februari 2018, ia mengunggah ajakan untuk berbuat kebaikan, agar bisa meninggal dalam keadaan husnul khotimah (meninggal dalam keadaan yang baik).

Artikel ini sudah ditayangkan TribunWow.com dengan judul Postingan Terakhir Agus Waluyo Pengendara Motor yang Tertabrak Bus di Tanjakan Emen, Bikin Merinding