Find Us On Social Media :

Alat Canggih Ini Mengancam Petugas SPBU Jadi Pengangguran, Masyarakat Enggak Setuju

By Mohammad Nurul Hidayah, Rabu, 25 Juli 2018 | 08:33 WIB
Mesin pengisi BBM, pengganti petugas SPBU (Instagram.com/automotips)

MOTOR Plus-online.com - Pesatnya perkembangan teknologi mengancam pekerjaan yang sebelumnya dijalankan oleh manusia.

Bisa jadi, suatu saat nanti senyum raham dan kata-kata "mulai dari nol ya" yang sering diucapkan petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bakal hilang.

Sebab bakal ada mesin robot yang menggantikan kerja mereka.

Yup, sebuah mesin yang mampu menggantikan peran petugas SPBU nampaknya sudah diciptakan.

(BACA JUGA : Diangkat Jadi Dewan Pembina MBI, Ini Koleksi Moge Ketua DPR RI Bambang Soesatyo)

Seperti video yang didapat dari akun Instagram automotips, sebuah mesin mampu melayani pemilik kendaraan dalam mengisi bahan bakar.

Jadi robot tersebut bekerja membuka tangki dan mengangkat nozzle di SPBU.

 

????: @tebovideo . follow ig @ottomotips follow ig @ottomotips . follow ig @automotips follow ig @automotips . follow ig @bikinrameaja follow ig @bikinrameaja

A post shared by Automotips ° ???????? (@automotips) on

Otomatis pemilik kendaraan lebih dimudahkan dengan adanya teknologi tersebut.

Video ini mendapat perhatian dari masyrakat yang diwakili warganet.

(BACA JUGA : Ketua DPR RI Jadi Pembina Komunitas Moge, Kode Motor Bakal Boleh Masuk Tol?)

Ternyata banyak juga yang tidak setuju dan memprediksi teknologi ini bakal membuat pelayanan semakin lama.

yusufsenna : Kelamaan

syarief.bhs : Makin banyak pengangguran, robot semua.

rlugas_pra : Kelamaan, mending ngisi sndri lah

(BACA JUGA : Bos Honda Ungkap Tidak Ingin Kehilangan Cal Crutchlow)

Ada juga yang mengomentari dengan adanya teknologi makin banyak angka pengangguran.

rabil_ag : Kreatif sih tp dengn adanya robot ini pengangguran bakal lebih banyak lg

Kalau divideo memang mesin itu baru bekerja pada mobil, kalau pada motor yang harus buka jok dan posisi tangkinya berbeda-beda bagaimana tuh?

Kayaknya teknologi ini memang belum bisa digunakan nyata dalam waktu dekat.