Find Us On Social Media :

Hina Indonesia Negara Miskin Akibat GoJek, Bos Taksi Malaysia Minta Maaf

By , Rabu, 28 Agustus 2019 | 19:15
Pendiri Big Blue Taxi Services Shamsubahrin Ismail mengatakan Gojek tidak menawarkan masa depan yang menjanjikan (Kontan/baihaki | freemalaysiatoday.com)

Honda PCX Electric Ditunggangi 'Babang' Gojek, Hemat Enggak Perlu Isi Bensin (Astra International )

Selain itu, Razali menerangkan kehadiran startup yang didirikan Nadiem Makarim itu bakal meningkatkan jumlah kecelakaan motor, dan memengaruhi kualitas transportasi massal.

Anggota parlemen Malaysia dari Distrik Kuala Nerus, Terengganu, itu juga khawatir memburuknya polusi udara jika Gojek sampai beroperasi.

Tak hanya Razali, rekan satu partainya Husain Awang, juga mengungkapkan hal yang sama.

Wakil rakyat dari Terengganu tersebut mengklaim, angka pelecehan seksual meningkat di Indonesia sejak kehadiran Gojek.

Baca Juga: Gokil, GoJek Antarkan Pesanan Makanan Indonesia Ke New York Untuk Rich Brian

Husain mengecam kemunculan Gojek, sebagai bukti pemerintah telah gagal mengurus transportasi umum dan mengatasi kemacetan.

"Saya mendesak pemerintah untuk tidak mengizinkan Gojek hadir, termasuk di masa uji coba. Pemerintah seharusnya meningkatkan kualitas moda transportasi seperti MRT dan LRT," kecamnya.

Anggota Majelis Syuro PAS itu juga menyatakan masuknya Gojek, adalah contoh kegagalan pemerintah dalam membuka lapangan pekerjaan untuk kaum muda.

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad memberi tanggapan soal hadirnya Gojek di Malaysia.

Baca Juga: Ratusan Driver Ojol Jabodetabek Batalkan Demo Besar, Pihak Gojek Akhirnya Lakukan Ini

Ilustrasi layanan Gojek (dok.Tribunjabar.id)

Mahathir menanggapi pertanyaan warga mengenai keamanan pengendara dan pengguna jasa transportasi motor tersebut.