Dimulai dari konstruksinya yang lebih rumit, dengan komponen yang lebih banyak dibanding mesin paralel twin.
Lalu biar tenaganya lebih besar, peak power mesin 4 silinder inline berada di rpm super tinggi, yaitu 12.000 rpm ke atas.
Test Ride Kawasaki Ninja 250 4 Silinder, ZXR-250
Jauh banget dengan mesin paralel twin, yang tenaganya sudah terasa sejak putaran mesin menengah seperti 5.000 rpm.
Makanya karakter mesin paralel twin, lebih cocok buat riding dalam kota dengan jalanan yang padat.
Apalagi banyak sportbike 250 cc, menjadi pilihan pertama buat bikers sebelum "naik kelas" ke sportbike 600 cc atau lebih besar.
Sehingga banyak pabrikan memasarkan sportbike 250 cc dengan mesin paralel twin, yang ramah buat bikers pemula.
Baca Juga: Update Harga Motor Sport Kawasaki Terbaru Februari 2020, Ninja 250 Dibanderol Mulai Rp 40 Jutaan
Kondisi serupa juga terjadi di kelas sportbike 400 cc, yang pada era 90an banyak memakai mesin 4 silinder inline.
Masuk era 2000an, mesin 4 silinder inline tergantikan mesin paralel twin yang lebih populer.
Kembali lagi ke Kawasaki ZX-25R, motor ini bisa dibilang tidak punya kompetitor yang mesinnya serupa.
Saat ini satu-satunya sportbike di bawah 600 cc yang bermesin 4 silinder inline, hanya ada satu dan dijual di Jepang.