Sementara dengan perbedaan gaya balapnya dengan karakter motor Ducati, Bagnaia percaya dapat menemukan titik temu layaknya sang pendahulu, Jorge Lorenzo.
Sama seperti Bagnaia, gaya berkendara Lorenzo memang lebih condong ke Yamaha.
Baca Juga: Gak Nyangka, Ternyata Valentino Rossi Pilih Profesi Ini Kalau Gak Balap MotoGP
Namun, Por Fuera sanggup tampil melesat ketika sudah klik dengan Si Desmosedici.
Kebetulan, motor Bagnaia juga diurus oleh Cristian Gabarrini, kepala kru yang menangani Lorenzo semasa membalap bareng pabrikan Borgo Panigale.
Bagnaia berusaha mempelajari data milik Lorenzo, terutama dalam pengereman.
"Akhir-akhir ini saya juga sudah melihat data dari Dovizioso, Petrucci, dan Miller," pungkasnya.