Find Us On Social Media :

Gak Cuma Biar Pakem, Ternyata Ini Alasan Motor MotoGP Pakai Rem Depan Dobel Cakram

By Kamis, 02 April 2020 | 20:00
Motor MotoGP beberapa musim belakangan distribusi pengeremannya lebih besar ke depan, ditunjukkan dengan aplikasi cakram dobel seperti di Ducati Desmosdici GP (Twitter @ducatimotor)

Rem jaman now MotoGP (Twitter.com/MotoGP)

Teknik pengereman pembalap sangat penting di era itu, karena prinsipnya masih lebih manual.

Jadi berhasil tidaknya, cepat tidaknya, semua bergantung pada sang rider.

Beberapa tahun kemudian sistem pengereman muai berkembang dengan pesat.

Lalu tiba saatnya penyeragaman software Magneti Marelli yang cukup mengubah sistem di motor, terutama masalah pengereman.

Baca Juga: Gak Percaya Angka Sakral, Pembalap MotoGP Ini Gonta-Ganti Nomor Start di 3 Kelas Berbeda

Penyeragaman perangkat ECU ke Magneti Marelli ini membuat peran engine brake control jadi penting.

Engine brake simpelnya pengereman atau deselerasi kecepatan dengan menurunkan persneling ke gigi yang lebih rendah.

Engine brake control ini membuat torsi negatif yang dihasilkan menjadi lebih berguna untuk pengereman, sesuai dengan keperluan sang rider.

Biarpun engine brake sudah punya peran penting, kolaborasinya dengan rem belakang nampaknya juga tak begitu baik.

Baca Juga: Begini Ngegas dan Rem Motor MotoGP, Video Cara Operasikan Motor MotoGP Ngebut, Lebih Banyak Cara Pas Ngerem

Selain risiko high side, ban belakang juga mudah tergerus mengakibatkan kehilangan daya cengkeram atau grip.

Ambil contoh, Marc Marquez saat di Mugello tahun 2015 yang harus keluar balapan karena kebanyakan late braking menggunakan rem belakang.