Find Us On Social Media :

Bikers Harus Teliti, Hasil Rapid Test Non-Reakitf Belum Tentu Bebas dari Virus Corona, Simak Penjelasannya

By , Kamis, 18 Juni 2020 | 09:40
Ilustrasi rapid test. Hasil rapid test non-reaktif belum tentu bebas dari virus corona. (Freepik.com)

Padahal sebenarnya, tidak ada hasil 'positif' pada hasil rapid test Covid-19.

"Tidak ada hasil rapid test Covid-19 yang menyatakan positif,' kata dr. Tonang saat berbincang dengan Kompas.com, Sabtu (13/6/2020).

Maka dari itu, dia mengimbau, jangan pernah ada yang menyebut seseorang positif Covid-19 hanya karena hasil rapid test.

'Apakah yang hasil rapid test-nya reaktif pasti positif? Belum tentu,' kata dia.

Baca Juga: Bikers Tetap Waspada! Jakarta Diprediksi Alami Puncak Wabah Covid-19 di Bulan Agustus, Ini Pemicunya

Setelah ada hasil rapid test reaktif, yang diperlukan selanjutnya adalah langkah konfirmasi dengan tes polymerase chain reaction (PCR) pada pasien.

'Hasil PCR itu mungkin memang positif Covid-19, tapi bisa juga tidak," bilangnya.

"Maka, rapid test disebut skrinning, bukan diagnosis pasti," jelas dia.

Seseorang yang rapid tes-nya menunjukkan hasil non-reaktif, tidak berarti tes PCR-nya pasti akan negatif atau bebas virus.

"Karena bisa saja, memang belum tepat waktunya," terang dia.

Baca Juga: Wah Bikers Harus Hati-Hati, Ternyata Handphone Bisa Jadi Sarang Virus Corona, Dokter: Bertahan 5 Hari

dr. Tonang menegaskan, untuk bisa menyebut positif dan negatif, harus dengan tes PCR.

Setiap pasien diambil swab sebanyak dua kali. Untuk mudahnya, disebut hari pertama (H1) dan hari kedua (H2).