Pembuatan baterai berbahan nuklir itu dilakukan 4 dosen dan 6 asisten peneliti.
Bahan baku utama baterai nuklir ini bernama plutonium 238.
Harganya sendiri 8.600 dollar Amerika kalau sampai Indonesia.
Maklum, kepinganan itu memang impor dari Rusia.
Baterai nuklir itu dikemas danmenghasilkan daya listrik yang berasal dari pancaran radiasi.
Lalu cahaya tersebut ditangkap menggunakan sel surya atau foto voltaik menjadi energy listrik.
Dekan fukultas teknik, Prof Ir Nizam, MEng, D.ng bilang pihak fakultas harus mendorong peneliti supaya baterai nuklir ini bukan isapan jempol.
"menurut teman-teman salah satu yang potensial torium," ungkapnya.
"Dari sisi teknologi kita sudah menguasai jadi tidak perlu berganrung kepada impor."
Baca Juga: Yamaha Siapkan Motor Pesaing Kawasaki Ninja H2, Tenaga Lebih Buas Pakai Turbocharger
Sayangnya, penemuan baterai nuklir ini masih diragukan ke depannya.
Netizen pun berkomentar di grup Facebook KOSMIK Indonesia (Komunitas Sepeda/Motor Listrik Indonesia)