Sementara itu, kewajiban pengendara motor harus menyalakan lampu utama pada siang hari agar dapat diantisipasi oleh pengendara lain untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
"Jika pagi dan petang dimaknai tidak termasuk dalam siang hari yang dimaksud oleh Pasal 107 Ayat (2) UU LLAJ," kata Hakim Konstitusi Suhartoyo
"Kendaraan motor belum/tidak diwajibkan menyalakan lampu utama, kecelakaan akibat tidak dapat mengantisipasi adanya motor akan sering terjadi pada pagi dan petang," tambahnya.
Baca Juga: Bikin Kesel, Lampu Depan Motor Tiba-tiba Mati Terus, Pengendara Motor Coba Cek Bagian Ini
"Setiap orang yang mengemudikan Motor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling banyak Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah)," bunyi Pasal 293 ayat (2) UU LLAJ.
Pada kesempatan sama, Mahkamah juga memberikan penjelasan.
Menurutnya, salah satu penyebab angka kecelakaan lalu lintas yang terus mengalami peningkatan adalah sesama pengendara yang tidak dapat mengantisipasi keberadaan kendaraan satu dengan yang lainnya.
Umumnya, pengendara dapat mengantisipasi keberadaan kendaraan lain.
Baca Juga: Honda ADV150 Makin Gahar Pasang Paket LED Projie, DRL LED RGB Custom Bisa Diubah 200 mode
Termasuk kendaraan di belakangnya melalui kaca spion.
Namun, karena ukuran dan bentuk motor yang mudah melakukan akselerasi di jalan serta bentuk motor relatif lebih kecil.
Seringkali pengendara lain tak bisa mengantisipasi keberadaan motor yang ada di belakangnya maupun dari depan.
Dengan kewajiban pengendara motor menyalakan lampu utama pada siang hari.