Find Us On Social Media :

Bikers Mesti Waspada! Salip Jakarta, Provinsi Ini Puncaki Kasus Corona Terbanyak di Indonesia

By , Sabtu, 27 Juni 2020 | 08:45
Kemacetan lalu lintas terjadi di Bundaran Waru atau tepatnya di perbatasan Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, saat hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar di Kota Pahlawan, Selasa (28/4/2020). ((Dok. Dishub Surabaya))

Melihat tersebut, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo memberikan arahan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Daerah Provinsi Jawa Timur.

Ia mengimbau agar lebih fokus membuat kajian dan memetakan seluruh permasalahan yang kemudian menjadi pemicu tingginya angka kasus Cocvid-19 di wilayah Jawa Timur (Jatim).

Selain itu, angka kematian di Jawa Timur tertinggi dibanding wilayah lain di Indonesia.

Baca Juga: Cegah Kerumunan dan Bisa Menyebarkan Virus Corona, Ditlantas Polda Jatim Maksimalkan Samsat Keliling

“Perlu dilakukan kajian. Penyebab utamanya apa,” kata Doni memberikan sambutan dalam kunjungan kerja di Gedung Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (24/6).

Menurutnya, kajian dan pemetaan tersebut akan menjadi dasar awal untuk selanjutnya dapat digunakan sebagai pengambilan keputusan dan kebijakan penanganan sesuai kondisi dan kebutuhan tiap-tiap wilayah.

Selain berdasarkan penambahan angka kasus baru dan kematian akibat Covid-19.

Hal yang mendasari Doni untuk kemudian menyampaikan arahan tersebut adalah ketika mendapat paparan dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengenai munculnya klaster baru di Jawa Timur, yakni ‘klaster jenazah’.

Baca Juga: Bikers Simak Nih,Cegah Kerumunan Saat Pandemi, Tilang Elektronik Berlaku Lagi Mulai Minggu Depan Di Daerah Ini

Oleh sebab itu, Doni meminta agar Pemprov Jawa Timur segera mengambil langkah serius.

Ini untuk memutus penyebaran corona melalui beberapa pendekatan masyarakat.

Salah satunya melalui pendekatan yang dimulai dari peran para anggota keluarga.

Doni meminta agar peningkatan kapasitas dan pemahaman masyarakat dalam penanganan jenazah Covid-19 harus ditingkatkan.