Find Us On Social Media :

Ini Komentar Bikers Wacana Nopol Ganjil Genap Untuk Motor, Untung Apa Rugi?

By Sabtu, 22 Agustus 2020 | 07:50
Ganjil genap buat motor berlaku di Jakarta, mau nambah motor, siap-siap kena pajak progresif (Kompas.com)

Selain itu, di masa pandemi Covid-19 ini, Putra mengaku enggan menggunakan transportasi umum karena khawatir akan berdesak-desakan.

Putra sendiri setiap harinya bekerja sebagai karyawan swasta dengan area pekerjaan di Jakarta Utara.

Baca Juga: Ditanya Soal Aturan Ganjil Genap 24 Jam, Polisi Malah Bilang Begini

Mengendarai motor dari Ciledug, Putra pasti bakal menemui beberapa ruas jalan yang terkena penerapan ganjil genap.

"Oh iya pastinya lewatin jalur ganjil genap. Misalnya kayak di Tomang, terus di Jalan Gunung Sahari juga kan kena," ucap dia.

Komentar miring soal kebijakan ganjil genap untuk sepeda motor juga datang dari Ryan Suryadi (27), warga Bintaro yang berkantor di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Menurut Ryan, sepeda motor menjadi alat transportasi paling nyaman digunakan di jalanan Ibukota yang selalu dilanda kemacetan.

Baca Juga: Waduh Aturan Ganjil Genap Direncanakan Berlangsung Selama 24 Jam Nonstop, Ketua ITW: Jangan Sok Jago

"Saya sih kurang setuju ya, karena kita naik angkutan umum seperti yang roda empat kita masih juga terjebak macet, waktu terbuang," kata dia.

Setiap harinya, Ryan berangkat dari Bintaro untuk menuju kantornya di Jakarta Pusat mulai pukul 7.00 WIB.

Dengan motornya, Ryan sudah pasti bakal melintas di jalur-jalur ganjil genap, seperti di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan M. H. Thamrin.

Apabila kebijakan ganjil genap untuk motor tetap bakal diterapkan, Ryan mengaku punya cara tersendiri untuk mensiasatinya.

Baca Juga: Ada Wacana Ganjil Genap yang Berlaku Buat Motor Selama 24 Jam di Jakarta, ITW: Itu Melanggar Undang-undang