"Kami juga diperas oleh salesnya, kalau STNK enggak keluar diberi nomor sementara," ucapnya.
Perwakilan komunitas KRIBO yang demo di kantor DMI di Pejaten, Jakarta Selatan (Harun/GridOto.com)
Baca Juga: Terbongkar Spek Mesin Motor Retro Royal Enfield Meteor 350, Dijual Rp 30 Jutaan
"Pengurusannya Rp 500 ribu untuk waktu sebulan, tapi salesnya minta Rp 2 juta," terang Ming Ming.
"Mereka enggak profesional, kami dianggap kayak sampah," katanya lagi.
"Ini parah banget, enggak ada itikad baik, kami cuma dipingpong dan kami chat WA juga gak dibalas," lanjutnya.
Derrick menduga, DMI telah melakukan tindakan pencucian uang konsumen.
Baca Juga: Wuih, Royal Enfield Himalayan Ada Versi Baru, Ini Bedanya dengan yang Lama
"Setelah ditelurusi, ada dugaan DMI memutar uang di bisnis lain.
"Logikanya kami Juni 2019 beli, Agustus 2020 disuruh ambil STNK, begitu diambil STNK masa berlaku sampai Januari 2021," ungkapnya.
Akibat masalah ini, Derrick dan pengguna Royal Enfield lainnya harus menelan kerugian yang nilainya miliaran Rupiah.
"Saat ini database kami ada 200 orang yang belum dapat surat-surat, untuk setiap 1 motor ini sudah habis Rp 14 juta," jelasnya.
Baca Juga: Wuih, Royal Enfield Luncurkan Riding Gear Terbaru Khusus Buat Lady Bikers, Segini Banderolnya