"Kami sangat optimis, karena Indonesia merupakan pasar otomotif terbesar di dunia. Jadi selayaknya rider-rider Indonesia akan muncul, salah satunya kami sudah ada Dimas Ekky Pratama, pembalap Moto2 ini," tambahnya.
Dimas Ekky Pratama. (Instagram.com/@dimaspratam20)
Baca Juga: Sirkuit MotoGP Indonesia di Mandalika Terus Dikebut Pembangunannya, Ini Updatenya
Harapannya, adanya Tim MotoGP Indonesia dapat meningkatkan sektor pariwisata, sport tourism, industri otomotif, teknologi serta masih banyak lagi lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Febby Sagita mengaku saat ini tim telah menjajaki kerja sama dengan 'bendera' yang bagus, sekaligus nantinya mempersiapkan segala sesuatunya.
"Dari kerja sama itu, dipersiapkan teknisi, motor dan melakukan serangkaian latihan seperti training camp. (Training camp) Ini yang masih kurang di Indonesia," ujar Febby.
Dari training camp tersebut, Febby ingin melakukan latihan sebelum pra musim agar bisa mendapatkan bibit baru para pebalap-pebalap muda dan berprestasi di Tanah Air.
Baca Juga: Valentino Rossi Punya Rencana Tunda Pensiun di MotoGP 2021, Kok Pihak MotoGP Indonesia Malah Senang?
Febby juga menyinggung soal internal tim, yang diklaim sudah mempersiapkan orang-orang yang berkompeten.
Untuk itu, dia berharap dukungan dari pemerintah dalam membangun fasilitas training camp bagi pembalap junior.
Menurutnya, saat ini untuk pelatihan tersebut masih dipegang oleh swasta, sementara fasilitas training camp 'milik' negara masih belum ada.
"Semakin banyak training camp yang dikelola oleh negara, maka akan semakin banyak bibit-bibit muda berprestasi yang dapat diorbitkan di masa depan," pungkas Febby.
Pembentukan tim MotoGP Indonesia. (Istimewa)