MOTOR Plus-online.com - Pengakuan ayah pemilik motor 2-Tak yang disita polisi, surat lengkap?
Lagi ramai berita, soal penggerebekan rumah kosong di Solo, Jawa Tengah yang berisi harta karun motor-motor 2-Tak.
Motor nya mulai dari Suzuki Satria 120 hiu, Yamaha RX-Z, sampai Suzuki RGR 150 yang langka.
Motor-motor 2-Tak lawas ini jadi buruan kolektor dan harga jualnya bisa ajaib dan bikin geleng-geleng kepala.
Baca Juga: Harta Karun Legendaris Disita Polisi di Solo, Ini Perjalanan Suzuki RGR 150 di Indonesia
Baca Juga: Sejarah Yamaha Touch 125, Salah Satu Harta Karun Rumah Kosong di Solo
Beberapa motor lawas yang diamankan di Mapolresta Solo (Ferdian/Otomotifnet)
Kalau kondisinya full original, harganya bisa tembus ratusan juta Rupiah sehingga disebut motor gaib.
Saat digerebek oleh polisi, diketahui kalau motor gaib ini milik tersangka G.
Pria berinisial G ini disebut berprofesi sebagai penjual motor bekas.
Heri Isranto, Ketua RT sekaligus ayah G mengaku terkejut, saat dapat kabar gudang motor tersebut digrebek polisi.
Baca Juga: Puluhan 'Harta Karun' Incaran Kolektor Disita Polisi, Kondisinya Bikin Melongo
"Saat itu saya sedang di Bali," kata pria yang akrab disapa Gogor dikutip dari GridOto, Jumat (26/2/2021).
Heri menjelaskan, awalnya dirinya mengira anaknya terlibat kasus kekerasan.
G sendiri saat didatangi polisi, rupanya memiliki puluhan surat-surat kendaraan bermotor.
Puluhan surat-surat kendaraan bermotor ini, membuat polisi mengamankan motor-motor tersebut yang diduga hasil tindak kriminal.
Baca Juga: Jangan Ngiler, Video Puluhan Motor Incaran Kolektor Disita Polisi Solo
Beberapa motor yang diamankan di Mapolresta Solo (Ferdian/Otomotifnet)
Heri menampik tuduhan soal motor-motor itu hasil tindak kriminal.
"Itu motor surat-surat komplet semua," katanya.
Dijelaskan, kalau anaknya punya banyak surat kendaraan karena profesinya sebagai pedagang motor bekas.
G biasa menjual motor-motor jualannya, di Jalan Honggowoso, Surakarta.
Baca Juga: Pecinta 2-Tak Dijamin Ngiler, Harta Karun Suzuki RGR dan Yamaha Touch Dikasih Garis Polisi
"Saat ini kami sedang mengumpulkan surat-suratnya untuk mengambil kembali motor yang disita," terangnya.
Soal kasus penggerebekan itu, Heri menjelaskan kalau anaknya langsung dilepas karena tuduhan tak terbukti.
"Saat ini G sedang proses pengumpulan BPKB, karena tempatnya kan terpisah-pisah," katanya.
Surat BPKB itu jadi syarat dari kepolisian, untuk mengembalikan motor-motor yang sekarang disita.