Pengujian dilakukan di Yamaha Flag Ship Shop yang berada di bilangan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, dengan mesin dyno Sportdyno V3.3.
Motor yang digunakan sebagai bahan uji coba adalah Yamaha YZF-R25 dalam keadaan standar menggunakan bahan bakar Pertamax Plus dan odometer baru menunjukan angka 3.428 km.
Baca Juga: Bikers Tau Gak, Oli Mineral dan Sintetik Gak Seratus Persen Murni Loh
Pengukuran dilakukan dalam ruangan ber-ac dengan suhu ruangan 25˚ celcius. Untuk melihat panas mesin menggunakan Krisbow Infrared Thermometer, laser ditembak ke bagian blok mesin dengan jarak kurang lebih 1 meter.
Tiap jenis oli minimal digeber sebanyak 9 kali untuk melihat suhu serta power mesin.
“Dyno menggunakan gigi 5 mulai 5.000 rpm kemudian gaspol sampai limiter,” ucap Anditia Gunawan selaku service advisor di Yamaha Flagship Shop, DDS Cempaka Putih.
Bagaimana hasilnya? Yamalube tipe Sport dengan base oil semi sintetik ternyata mempunyai tenaga yang lebih cepat drop jika terus digeber berkali kali dengan rata–rata suhu mesin 118,2° celsius dan power maksimal 27,829 dk.
Baca Juga: Oli Bekas Jangan Langsung Dibuang Sob, Manfaatkan untuk 4 Hal Ini
Lain dengan Yamalube tipe Super Sport yang sudah full sintetik. Output power lebih tinggi yaitu 28,065 dk dan suhu lebih stabil rata–rata 109,5° celsius.
Bagaimana dengan oli Yamalube Racing yang sudah menggunakan base oil ester? Selama 10 kali digeber output tenaganya justru semakin meningkat sob! Maksimal menyemburkan tenaga 28,461 dk dengan rata–rata suhu mesin yang lebih adem yaitu 105,2° celsius
“Selama 10 kali geber suhu mesin stabil banget, terlihat di indikator suhu pada spidometer bertahan pada 3 bar,” lanjut Adit sapaan akrabnya.
Yoni Putranto menambahkan sebenarnya oli racing ini masih bisa menghasilkan tenaga lebih tinggi lagi jika digeber lebih dari 10 kali, karena semakin panas dia bekerja akan semakin baik dan maksimal.
Hasil Pengetesan