Find Us On Social Media :

Sering Disebut Lumba-lumba, Begini Perjalanan Suzuki Satria 120 di Indonesia

By , Thursday, 04 November 2021 | 20:25
Suzuki Satria 120 R disebut motor lumba-lumba (Dok. Otomotif)

Dengan mesin yang cukup besar itu Suzuki mengklaim bahwa Satria 120S ini tetap irit. Itu berkat posisi mesin Satria berkonfigurasi 50 derajat.

Mesin ini membuat letak karburator tak perlu jauh dari silinder. Mulut karburator berhadapan langsung dengan crank case.

Alhasil, campuran bahan bakar tak perlu melewati semacam leher angsa yang kebanyakan digunakan bebek domestik bermesin horizontal.

Begitupun dengan gas buang yang tidak akan terhambat dengan mesin tegak, ini karena desain leher knalpot lengkungannya teratur.

Sayangnya, pada generasi awal Satria ini, Ia belum dilengkapi kopling tangan alias hanya menggunakan kopling sntrifugal dan roda yang dipakai cenderung kecil.

Ban depan IRC tipe NR ukuran 70/90-17 dan belakang IRC 80/90-17 terlihat kurus.

Padahal, untuk motor seukuran Satria yang canggih, lebih kokoh menggunakan ban ukuran 90/90-17 depan dan belakang.

Menemani Suzuki Satria 120S, di tahun 1998 bulan Juli, Satria kedapatan tambahan kopling tangan yang dinamai Suzuki Satria 120R.

Baca Juga: Suzuki Rilis Motor Sport Baru Tantang Ninja 250 Harga Segini, Masuk Indonesia?

Menariknya, saat dirilis tahun 1997, Suzuki Satria 120S dijual seharga Rp 4,9 juta, sementara Satria 120R dirilis pada 1998 harganya tembus Rp 10 juta OTR Jakarta.

Di tahun segitu kondisi ekonomi memang sedang labil-labilnya, di luar itu, Suzuki Satria 120R upgrade-nya juga lumayan banyak.

Memang tampangnya tak beda dengan versi S 5-speed, bedanya pakai warna dan striping lebih sporty.

Suzuki Satria 120R (instagram.com/rayuaniklan)