"Lebih dari satu minggu tidak bisa keluar masuk ke sini. Terus kami memotong pagar besi dari sirkuit untuk minta pertolongan," kata Suprayadi, warga Dusun Bunut.
Warga saat menonton WSBK Indonesia 2021 di tengah kawasan Sirkuit Mandalika (Kompas.com)
"Baru pihak kontraktor datang lalu menyedot air." lanjutnya.
"Tapi kalau sekarang sudah ada drainase, jadi tidak menggenang lagi," kata dia.
Meski begitu, sebenarnya warga Desa Bunut bersedia pindah dari area Sirkuit Mandalika.
Baca Juga: Satgas Covid-19 Kasih Himbauan Begini Kepada Semua Pihak WSBK 2021 Sirkuit Mandalika
Bahkan, beberapa dari mereka juga sudah memiliki tujuan daerah baru untuk disinggahi.
Soal harga, ITDC dan warga juga sudah sepakat di angka Rp 75 juta per are (100 meter persegi).
Rata-rata dari mereka memiliki lebih dari 20 are untuk satu keluarga besar (lebih dari satu KK).
"Harga tanah sudah setuju Rp. 75 juta per are. Tapi ini ada bangunan, dan mereka belum kasih harga (untuk bangunan)," kata Suprayadi.
Baca Juga: Panitia WSBK Indonesia 2021 Mandalika Siapkan Pawang Hujan Modern, Gak Pakai Jampi-jampi Dukun
Selama WSBK Mandalika berlangsung, warga Dusun Bunut harus memakai gelang pengenal untuk bisa akses keluar masuk.
Gelang yang dipakai warga supaya bisa masuk dan keluar di kawasan Sirkuit Mandalika selama WSBK berlangsung. (Kompas.com)