"Jangan digratisin, kalau digratisin mau bagaimana repot," ungkapnya mengutip Tribunnews.com.
Dia mengaku penghasilannya bergantung dari pendapatan dari penggunaan fasilitas toilet yang diterima SPBU tersebut.
Selain itu, penerimaan yang didapat dari fasilitas toilet juga harus dia setorkan kepada pemilik SPBU.
Setelah uang tersebut disetor, baru nantinya Yaya akan mendapatkan upah dari sisa setorannya tersebut.
SPBU tempat Yaya bertugas ini merupakan SPBU Pertamina yang dikelola swasta, namun dia menolak menyebutkan siapa nama pemiliknya.
"Kadang-kadang ngasih aja, dari dia mah saya nggak gaji tapi kalau ada lebihnya dari sini (setoran toilet) itu buat ngambil-ngambil gitu, baru dikasih. Kagak tentu, kalau ada kalau dapet disetor kalau ada lebihnya," ucapnya menambahkan.
Baca Juga: Geger Detik-detik Petugas SPBU Diseruduk Pemotor Honda BeAT, Begini Kronologinya
Dia khawatir, jika sarana toilet SPBU digratiskan, dikhawatirkan tidak ada pegawai yang menjaga dan merawat kebersihannya.
Dia menyayangkan pernyataan Erick Thohir karena lingkungan toilet juga perlu dijaga kebersihannya secara berkala.
Bahkan agar nyaman, harus sesering mungkin dibersihkan, dan ada biaya operasional yang dikeluarkan.
"Saya kan kerja di sini membersihin juga, kalau nggak ada yang jagain, ya kotor dan bau," kata dia.
Baca Juga: SPBU Pertamina Punya Warna Merah, Biru Dan Hijau, Intip Perbedaanya