Find Us On Social Media :

Aktivis Mahasiswa Tolak Harga Pertalite Naik, Pikirkan Nasib Ekonomi Pekerja di Daerah UMK Rendah

By Ilham Ega Safari, Minggu, 28 Agustus 2022 | 12:20 WIB
Panglima Besar GAM, Muhammad Aswan menolak kenaikan harga Pertalite, ajak pemerintah pikirkan nasib ekonomi rendah (Dokumentasi)

MOTOR Plus-Online.com - Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) dengan tegas menolak kenaikan harga bahan bakar minya (BBM) subsidi.

Seperti yang gaduh saat ini masyarakat Indonesia sedang dihadapkan kabar kenaikan harga Pertalite.

Pemerintah juga telah memberi sinyal kenaikan harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar.

Rumor yang beredar harga Pertalite naik menjadi Rp 10.000 per liter dari harga saat ini Rp 7.650 per liter.

Sementara Solar naik menjadi Rp 8.500 per liter dari harga saat ini Rp 5.150 per liter.

Kenaikan harga BBM subsidi ditolak Panglima Besar GAM, Muhammad Aswan karena akan memberi dampak buruk, terutama jika harga Pertalite naik.

Menurutnya harga Pertalite naik berpotensi jadi beban masyarakat dengan ekonomi rendah.

Selain itu Aswan memikirkan nasib para pekerja yang ada di daerah dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) rendah.

Baca Juga: Mahasiswa Parepare Dukung Jokowi Naikkan Harga Pertalite, Apa Alasannya? 

"Jika pemerintah kembali menaikkan harga BBM dalam waktu dekat ini, maka sudah tentu posisi masyarakat kelas menengah kebawah akan semakin sulit"