Find Us On Social Media :

WSBK Indonesia 2022 Di Sirkuit Mandalika Serap 1.557 Orang Tenaga Kerja

By Indra Fikri, Selasa, 20 Desember 2022 | 19:15 WIB
Ilustrasi marshal (Wartakota)

MOTOR Plus-online.com - Ajang WSBK Indonesia 2022 di sirkuit Mandalika berhasil menyerap 1.557 orang tenaga kerja, pada (11-13/11/2022).

Dampak positif WSBK Indonesia 2022 ini diungkapkan oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Terlihat dari jumlah penyerapan tenaga kerja, pelibatan UMKM, peningkatan okupansi rata-rata hotel di kawasan dan sekitarnya, serta omzet sejumlah pelaku wisata.

Tercatat, WSBK Indonesia 2022 telah menyerap sebanyak 1.557 orang tenaga kerja yang bertugas sebagai marshall, crowd control, waste management, security, cleaning service, hospitality, ticketing dan lainnya.

Sementara sebanyak 445 pelaku UMKM yang berasal dari berbagai wilayah di NTB telah berpartisipasi dalam side event Lombok Sumbawa Fair dan Nusantara Festival.

WSBK juga melibatkan talenta-talenta terbaik NTB menjadi pendukung dan pengisi acara side event dan pembukaan race yang menampilkan kekayaan budaya NTB.

"WSBK 2022 di The Mandalika menjadi contoh bagaimana sebuah atraksi atau konten pariwisata dapat memberikan dampak positif atau multiplier effect bagi masyarakat sekitar maupun pelaku usaha," kata Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka.

"Antara lain ditunjukkan melalui tingginya jumlah tenaga kerja yang terserap serta peningkatan omzet penjualan para pelaku wisata dan UMKM selama WSBK," sambungnya.

Baca Juga: Motor Replika Juara Dunia MotoGP Dan WSBK 2022 Dijual, Harga Hampir 1M

"Dengan keterlibatan langsung ribuan masyarakat NTB,kami juga melihat bahwa event WSBK telah mampu mendorong peningkatan kapasitas masyarakat NTB dalam menyambut dan menyelenggarakan sebuah event internasional sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dan benefit lainnya dari penyelenggaraan event," sebut Troy.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) NTB, Ni Ketut Wolini mengungkapkan, bahwa okupansi hotel naik hampir dua kali lipat.